Mega Seharusnya Bilang Siap, Bukan Bersedia
Rabu, 12 Sep 2007 14:10 WIB
Jakarta - Megawati Soekarnoputri menyatakan bersedia menjadi capres PDIP 2009. Namun Mega seharusnya menjawab siap, bukan bersedia. "Mestinya Mega bilang saya siap, bukan bersedia. Ini beda loh maknanya," kata pakar komunikasi politik dari UI Effendi Gazali usai acara diskusi di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (12/9/2007).Jika Mega menyatakan kesiapan, menurut Effendi, masih bisa eksplorasi lebih jauh soal peluang terpilih dan saingan yang akan muncul."Dengan bilang saya siap, dia bisa membuat internal lebih solid, dan bisa baca peta politik lebih jauh," ujarnya."Mega kemarin bilang saya bersedia, ini beda. Kalau dia bilang siap, dia itu mau maju, tetapi dia bikin dulu hal-hal yang dibutuhkan. Saya harap Maret 2008 dia baru bilang dia bersedia. Apa boleh buat, sekarang mesin partai harus sudah dipacu," lanjut Effendi.Effendi menambahkan, PDIP beruntung didukung oleh kadernya yang menjadi gubernur, bupati dan walikota. Mereka diharapkan bisa memobilisasi dukungan akar rumput."Saya pikir mereka bekerja cukup baik," cetus Effendi.Dengan suara terbata-bata, Mega menyatakan kesiapannya menjadi capres di Pemilu 2009."Sekali lagi saya katakan, saya bersedia jadi capres 2009," ujar Mega dalam Rakornas PDIP di Hall A Kompleks PRJ Kemayoran, Jakarta pada Senin 10 September 2007.
(aan/sss)











































