Asap Bencana Terdahsyat 2006

Laporan Tahunan KLH

Asap Bencana Terdahsyat 2006

- detikNews
Rabu, 12 Sep 2007 12:35 WIB
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merilis laporan tahunan status lingkungan hidup Indonesia 2006. Tahun itu, Indonesia panen bencana."Pada 2006, kita meghadapi lebih banyak bencana dari 2005," ujar Deputi VII KLH Isa Karnisa dalam jumpa pers di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (12/9/2007).Menurut Isa, bencana lingkungan pertama 2006 yang terdahsyat adalah kebakaran hutan yang asapnya mencapai Malaysia dan Singapura.Bencana terbesar lingkungan kedua adalah lumpur panas Lapindo, lalu diikuti gempa bumi di Yogyakarta dan Pangandaran.Sedangkan Menneg LH Rachmat Witoelar mengatakan, laporan ini merupakan otokritik bagi pemerintah."Ini data otokritik untuk pemerintah dan data ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tegasnya.Laporan setebal 297 halaman ini juga memuat laporan kondisi lingkungan, antara lain air, hutan, energi dan limbah dan merupakan laporan kelima yang dibuat pemerintah sejak 2002."Pentingnya buku ini adalah rekaman apa adanya dari kondisi lingkungan hidup Indonesia," ujar dia.Data ini dianggap Rachmat penting menjelang konferensi perubahan iklim di Bali pada akhir 2007.Dalam acara itu rencananya negara-negara kelompok Forest 8, termasuk Indonesia dan Brasil, akan mengajukan permohonan kompensasi dana untuk melestarikan pohon-pohon yang ada."Kita akan perjuangkan agar upaya kita melakukan reforestasi mendapat kompensasi dunia untuk menjadi hutan paru-paru dunia, dan itu semua perlu data yang valid," katanya.Pemerintah berharap dengan kucuran dana itu, nantinya upaya penebangan bisa ditekan. Karena tanpa jual kayu pun bisa mendapatkan uang."Jadi kita ajarkan kepada daerah, pohon dielus-elus, jangan ditebang. Uangnya nanti lebih banyak daripada menebang pohon dan menjual kayunya," kata dia. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads