PKL Dipalak dan Dianiaya 'Penguasa Wilayah' di Jaktim, Pelaku Ditangkap

PKL Dipalak dan Dianiaya 'Penguasa Wilayah' di Jaktim, Pelaku Ditangkap

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 01 Jan 2026 09:42 WIB
PKL Dipalak dan Dianiaya Penguasa Wilayah di Jaktim, Pelaku Ditangkap
Ilustrasi (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -

Rekaman video memperlihatkan seorang pria pedagang kaki lima (PKL) di dekat jembatan BKT, Jakarta Timur dianiaya hingga hidung berdarah. Korban disebut-sebut dianiaya preman yang mengaku sebagai 'penguasa wilayah' karena menolak memberikan jatah Rp 200 ribu.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat korban dan beberapa orang terlibat adu mulut.

"Apa, lu mau nantangin?" tanya diduga pelaku, dalam video beredar dilihat detikcom, Kamis (1/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinarasikan korban dianiaya karena menolak memberikan jatah Rp 200 ribu karena dagangan baru dibuka dan belum berjualan. Penolakan itu memicu percekcokan yang berujung pengeroyokan.

Disebutkan ada dua pedagang yang dianiaya oleh para pelaku. Salah satu korban terluka di bagian hidung dan tangan setelah menangkis senjata tajam yang dibawa pelaku.

ADVERTISEMENT

Peristiwa itu terjadi di kawasan BKT, Jakarta Timur, pada Kamis (25/12). Saat ini pelaku telah diamankan polisi.

Dilihat dari akun Instagram Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, dua pelaku, yakni SH (52) dan SA (36) telah diamankan polisi.

"Pelaku berinisial SH, warga Kecamatan Duren Sawit berperan meminta uang kebersihan kepada korban dengan disertai ancaman senjata tajam jenis pisau bersama rekannya," kata Alfian.

Sementara pelaku lainnya, SA, seorang tukang parkir melakukan kekerasan dengan cara menyundul korban hingga mengakibatkan luka pada hidung dan mengeluarkan darah.

"Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya.

Lihat juga Video: Viral Satpol PP Minta Setoran ke PKL di Kalimalang Bekasi

(mea/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini