Pengemis di Jakarta, Profesi atau Sarana Beramal?

Pengemis di Jakarta, Profesi atau Sarana Beramal?

- detikNews
Selasa, 11 Sep 2007 15:32 WIB
Jakarta - Raperda Ketertiban Umum yang melarang memberikan sedekah kepada pengemis di jalanan Jakarta dinilai dilematis. Sebab ada pengemis sebagai sarana beramal, tapi ada juga yang menjadikan pengemis sebagai profesi, bahkan ladang usaha."Ini menjadi serba salah. Kalau menghambat orang untuk beramal, itu salah. Tapi kepengemisan juga menjadi profesi, dan ada yang dikoordinir, sehingga menjadi penyakit sosial," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantornya, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (11/9/2007).Dikeluhkan dia, banyak orang yang mengemis, padahal masih muda dan segar bugar. Itu sebabnya mereka harus ditertibkan. Tapi masyarakat jangan kehilangan lahan untuk beramal."Harus dicari jalan keluar, masyarakat tetap bisa beramal, tapi dikumpul lewat badan amil zakat. Badan-badan ini yang akan menyalurkan dana dari umat untuk fakir miskin," kata Din.Masyarakat juga harus berpartisipasi menertibkan para pengemis. "Mereka dibina saja dan menjadi tanggung jawab masyarakat sekitar," saran Din. (sss/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads