Aniaya Pacar, Polisi Nyaris Dipukuli Saat Rekonstruksi

Aniaya Pacar, Polisi Nyaris Dipukuli Saat Rekonstruksi

- detikNews
Selasa, 11 Sep 2007 14:11 WIB
Yogyakarta - Rekonstruksi kasus anggota polisi menganiaya pacar di Bantul nyaris ricuh. Tersangka Bripda Prasetya Reza (23) nyaris dipukuli warga yang jengkel.Rekonstruksi kasus penganiayaan itu dilakukan Polres Bantul di rumah korban Dusun Gunungsaren Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Bantul, Selasa (11/9/2007). Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan warga setempat sudah memadati lokasi rekonstruksi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, puluhan aparat Polres Bantul disiagakan dilokasi. Warga berdesak-desakan ingin melihat jalannya proses rekonstruksi dari dekat. Banyak di antara mereka yang masih penasaran dengan wajah tersangka. Namun ketatnya penjagaan membuat warga hanya bisa menyaksikan jalannya rekonstruksi dari jarak 50-an meter. Tersangka Reza dikawal ketat petugas. Dia menundukkan kepala dan menyembunyikan wajahnya. Melihat tersangka, beberapa anggota keluarga korban tampak jengkel dan emosi. Hal yang sama juga terjadi pada warga sekitar. Mereka meneriaki tersangka berulangkali.Proses rekonstruksi dipimpin Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Teguh Wahono. Rekonstruksi dimulai dari pertengkaran tersangka dan korban di dalam rumah. Selanjutnya untuk adegan penganiayaan dan membuang korban ke sumur, digunakan sebuah boneka plastik.Menyaksikan adegan ulang kekejian tersangka itu, emosi warga tak semakin tersulut. Saat tersangka akan dibawa masuk ke dalam mobil, beberapa orang merangsek maju dan berniat memukul tersangka. Namun berkat kesigapan polisi, tersangka selamat dari amuk massa. Dia langsung dibawa pergi dari lokasi rekonstruksi.Teguh Wahono mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan mencocokkan kejadian sebenarnya. Tersangka dijerat Pasal 338 jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan dipecat dari anggota Polri. Reza ditangkap karena menganiaya pacarnya, Heni Listyorini (21) pada 31 Agustus. Korban dicekik hingga pingsan kemudian dibuang ke dalam sumur sedalam 12 meter. Reza berkilah, dia melakukan hal itu karena jengkel dengan korban yang ngotot minta dinikahi. Saat cekcok mulut, suasana rumah korban sepi karena orangtuanya sedang pergi. Tersangka sempat mengesankan peristiwa itu adalah kecelakaan dengan membuang kelinci ke dalam sumur.Untungnya, meski luka parah, korban ternyata tidak meninggal. Dia berhasil diselamatkan dan dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul beberapa hari. Berkat pengakuan korban, kejahatan aparat penegakan hukum ini akhirnya terungkap. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads