Menristek Khawatir Ledakan Serpong Berimbas ke PLTN

Menristek Khawatir Ledakan Serpong Berimbas ke PLTN

- detikNews
Selasa, 11 Sep 2007 13:33 WIB
Jakarta - Salah satu bangunan di Kompleks Puspiptek, Serpong, Tangerang, berfungsi untuk pengembangan nuklir. Menristek mengkhawatirkan ledakan yang terjadi di Gedung Puspiptek Senin 10 September 2007 akan mempengaruhi pemikiran masyarakat pada proyek PLTN di Muria, Jepara."Yang pasti ini bukan karena nuklir. Tapi ya saya menyadari akan banyak yang menyangkutpautkan dengan pembangunan nuklir di Muria. Bagaimana lagi, ini tugas kita untuk meyakinkan masyarakat bahwa ini sama sekali bukan karena nuklir," kata Menristek Kusmayanto Kadiman.Hal itu dikatakannya saat meninjau lokasi ledakan di Gedung 71 Puspiptek, Serpong, Tangerang, Selasa (11/9/2007).Menurut Kusmayanto, gedung penelitian yang meledak jauh dari gedung penelitian nuklir. Kedua gedung dibatasi pagar kuning dengan jarak 233 meter dari gedung ledakan. "Jadi warga tidak usah khawatir," ujarnya.Wajah Pak Menteri terlihat kuyu. Berbaju batik merah bata, Menristek berkeliling di lokasi ledakan selama 20 menit, didampingi Kepala Batan Hudi Hastowo. Kepala mereka dilindungi helm putih.Tak terlalu banyak bicara, Pak Menteri mengakui bahwa ledakan yang terjadi di Gedung 71 Puspiptek merupakan kecelakaan besar. Makanya, ketika menerima laporan ada ledakan, Pak Menteri langsung meminta Puslabfor untuk menyelidiki."Puslabfor baru mengidentifikasi dini. Belum mengetahui pasti ledakannya. Puslabfor masih menunggu hasil wawancara dengan korban jika sudah sembuh," imbuhnya.Usai melihat lokasi ledakan, Kusmayanto memerintahkan Kepala Batan dan seluruh jajaran ahli-ahli riset untuk mempelajari kasus ledakan ini. Nanti diharapkan para periset akan lebih ketat lagi dalam masalah keamanan dan prosedur penelitian.Selain itu, dana Rp 173 juta untuk riset Inovasi Pengembangan Bahan Bakar Baru Pengganti Solar Sebagai Energi Alternatif untuk Industri -- riset yang memicu ledakan -- akan ditarik kembali oleh pemerintah. "Setelah ini saya akan tetap meminta membangun kembali ruang riset tersebut setelah diketahu sebab ledakan," pungkasnya. (ana/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads