Efek Lorong Penyebab Dinding dan Kaca Gedung Puspiptek Jebol
Selasa, 11 Sep 2007 13:09 WIB
Jakarta - Ledakan di gedung 71 Puspiptek, Serpong, menghancurkan dinding dan kaca. Imbas itu dikarenakan banyaknya lorong yang menghubungkan antar ruangan.Di gedung Puspiptek, antar ruangan selalu dihubungkan dengan lorong yang cukup panjang. Rupanya, pada saat 6 peneliti sedang melakukan uji coba penelitian dengan judul Inovasi Pengembangan Bahan Bakar Baru Pengganti Solar Sebagai Energi Alternatif untuk Industri, Senin 10 September 2007, ada gas bocor.Beberapa menit sebelum ledakan, peneliti sedang memproduksi jenis aditif baru. Tiba-tiba terendus ada gas bocor. Namanya bukan benda padat, segera gas tersebut mengisi seluruh ruangan."Ini seperti gas elpiji yang bocor, langsung mengisi ruangan," kata Menristek Kusmayanto Kadiman dalam jumpa pers di Gedung Batan, Kompleks Puspiptek, Serpong, Tangerang, Selasa (11/9/2007).Ketika gas mengisi penuh ruangan, kata Kusmayanto, ada 2 efek yang akan timbul. Kebakaran atau ekspansi gas berupa ledakan.Untuk kasus kemarin, rupanya yang terjadi adalah ledakan. Ledakan terjadi karena bahan gasnya tidak berpotensi untuk terbakar. Sayangnya, ini berefk cukup parah mengingat adanya lorong dalam ruangan yang memanjang dari utara ke selatan gedung. "Akibatanya gas itu menyembur lewat lorong dan mengakibatkan dinding dan kaca jebol. Ini yang disebut efek lorong," terang Pak Menteri.
(ana/sss)











































