Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri turut berperan dalam pencegahan kebocoran anggaran. Kapolri mengapresiasi kinerja Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara.
"Polri juga berperan aktif dalam mencegah kebocoran anggaran negara melalui Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dengan melakukan pendampingan terhadap kegiatan verifikasi lapangan guna memastikan kepatuhan dan transparansi," kata Jenderal Sigit dalam rilis akhir tahun 2025 di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Ditjen Bea Cukai mengungkap dugaan pelanggaran ekspor produk kelapa sawit sebanyak 87 kontainer dengan berat sekitar 1,8 ribu ton dan total nilai mencapai kurang lebih Rp 28,79 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang bersih dan akuntabel," sambungnya.
"Polri juga menjalankan peran strategis dalam pencegahan kebocoran keuangan negara melalui pengawasan terhadap penerimaan negara, pencegahan penyimpangan keuangan, serta pengawalan penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan akuntabel. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas," ujar Jenderal Sigit.
Dalam aspek pemulihan sosial dan ekonomi buruh, Polri melalui Desk Ketenagakerjaan juga melakukan berbagai kegiatan penyelesaian sengketa industrial, melakukan kerjasama dengan Kementerian/ Lembaga, stakeholder dan serikat buruh, serta turut menyalurkan buruh yang terdampak PHK sehingga dapat memperoleh pekerjaan kembali.
"Pada 12 Juni 2025, telah dilakukan pemberangkatan tenaga kerja sebanyak 700 buruh, dan pada 25 Juli 2025 kembali diberangkatkan 1.575 buruh untuk mendapatkan pekerjaan baru, sebagai upaya nyata dalam membantu peningkatan kesejahteran masa depan buruh," katanya.
Simak juga Video Kapolri Bahas 10 Tantangan Utama RI: Cuaca Ekstrem-Perang Siber











































