Gusarnya Musharraf, Cueknya Nawaz Sharif
Selasa, 11 Sep 2007 10:41 WIB
Islamabad - Meski hanya sekitar 4 jam berhasil menginjak Pakistan, namun manuver mantan PM Pakistan Nawaz Sharif sukses membuat Presiden Pakistan Pervez Musharraf gusar.Saking gusarnya Musharraf, Sharif pun dideportasi ke Arab Saudi. Padahal putusan MA Pakistan membolehkan Sharif pulang ke Pakistan, dan pemerintah tidak berhak melarangnya.Musharraf sudah kebat-kebit sehari menjelang kedatangan Sharif. Sampai-sampai 2.500 pendukung Sharif ditangkapi polisi di Bandara Islamabad. Pada hari H kedatangan Sharif, seratusan pendukung Sharif dihajar pentungan polisi hingga lusinan orang terluka.Sharif tak peduli dengan warning dari berbagai pihak yang menyatakan kedatangannya membuat kekacauan di Pakistan. Sharif malah dengan pede menabuh genderang perang akan menumbangkan Musharraf melalui pilpres. Maklum, tahun 1999, Sharif digulingkan Musharraf dengan kudeta militer. Sharif dan keluarganya juga ditendang ke tempat pengasingan di Arab Saudi sejak tahun 2000.Sharif tiba di Bandara Islamabad dari London, Inggris pada Senin 10 September 2007 pukul 08.45 waktu setempat. Pesawat Sharif langsung dikepung aparat. Sharif tak boleh turun dan diminta menyerahkan paspor. Tapi dengan cuek, Sharif menolak.Sharif bersikeras mengurus paspor di kantor Imigrasi dan keluar dari bandara. Sharif pun diberi dua opsi: dipenjara atau balik ke London. Sharif memilih: dipenjara!Sharif kemudian turun dari pesawat, lalu berkonsultasi di ruang VIP bandara. Sharif ditangkap dan dibawa ke tahanan rahasia. Sharif setuju, lalu naik helikopter Mi-17 buatan Rusia menuju Murree.Tapi 20 menit kemudian, heli itu kembali ke bandara. Sharif lalu dimasukkan ke pesawat untuk dideportasi ke Arab Saudi. Pesawat take off pukul 12.55 waktu setempat. 2 Warga Arab Saudi dan sejumlah agen intelijen Pakistan ikut di dalam pesawat."Tidak ada kesepakatan soal deportasi. Lagipula MA membolehkan saya pulang. Saya juga heran kenapa saya ditangkap," ketus Sharif sebelum dideportasi seperti dilansir Hindustan Times, Selasa (11/9/2007).Seorang jurnalis yang mengikuti perjalanan Sharif dari London menuturkan Sharif diperlakukan kasar oleh para komandan polisi Pakistan. "Sharif didorong, dipukuli, ditendang, kerah bajunya dicengkram," ujar sang jurnalis yang tak disebutkan namanya.Namun Sharif sepertinya cuek saja. Dia bahkan tersenyum puas saat menginjakkan kaki di ruang VIP bandara. "Senang rasanya bisa kembali ke Pakistan," ucapnya.Namun senyum serupa tidaklah mengembang di bibir Musharraf. Jantung sang jenderal angkatan darat ini tentu berdegup keras, mengingat popularitasnya di Pakistan telah merosot. Sharif tentunya akan menjadi rival yang membahayakan kariernya, sampai-sampai Sharif pun 'ditendang' ke Arab Saudi.
(sss/ana)











































