Si Janda Kembang Bernama Golkar

Si Janda Kembang Bernama Golkar

- detikNews
Selasa, 11 Sep 2007 08:48 WIB
Jakarta - Warnanya kuning cerah. Pohon besar berdaun rindang, beringin, menjadi lambangnya. Golkar pun terkesan sebagai partai pengayom yang hangat.Karena sudah cukup berumur, pengamat politik Arbi Sanit pun mengibaratkan Golkar seperti janda kembang yang jadi rebutan di sana-sini."Sepertinya kalau mau dapat kursi pimpinan, harus bisa ambil Golkar. Soalnya ini adalah partai yang komplet. Suara banyak, organisasi kepengurusan juga terstruktur," cetus pria gondrong berkuncir ini dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (11/9/2007).Namun, Golkar tidak bisa maju sendiri untuk mendapat kursi pimpinan. Dia harus bergandengan dengan partai lainnya kalau tidak mau dikeroyok dan dimusuhi ramai-ramai."Sepertinya, Golkar tidak mau ambil risiko seperti itu," tambah Arbi.Dengan demikian, Arbi menyimpulkan, bila ingin mengulang kesuksesan di Pilpres 2009, Golkar pun harus berkoalisi.Dari Kamus Wikipedia, asal muasal Partai Golkar adalah berdirinya Sekber Golkar di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno oleh Angkatan Darat. Golkar dimunculkan untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik.Dalam perkembangannya, Sekber Golkar lantas menjadi Golongan Karya yang menjadi salah satu organisasi peserta pemilu. Dalam pemilu pertama pemerintahan Orde Baru tahun 1971, Golkar meraih kemenangan.Kesuksesan Golongan Karya berlanjut di pemilu-pemilu selanjutnya yakni di Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Saat itu, pemerintahan Orba memang membuat kebijakan yang sangat mendukung kemenangan Golkar, seperti adanya peraturan monoloyalitas PNS.Peraturan monoloyalitas merupakan kebijakan yang mewajibkan semua PNS untuk menyalurkan aspirasi politiknya kepada Golongan Karya.Golkar berubah wujud menjadi Partai Golkar saat Soeharto lengser dan reformasi naik tahta. Pada Pemilu 1999 yang diselenggarakan Presiden Habibie, Partai Golkar berjibaku tanpa adanya kebijakan yang mendukung setiap langkahnya. Hasil pemilu, Golkar menempati posisi kedua di bawah PDIP. Namun, suara Golkar di daerah-daerah ditengarai masih cukup kuat. (nvt/nrl)


Berita Terkait