Diberi Radio, Warga Yahukimo Tidak Tahu Cara Pakainya
Selasa, 11 Sep 2007 01:43 WIB
Jakarta - Pria berkoteka itu tampak senang mendapat radio gratis. Begitu diberi oleh Menneg Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy, dia segera memeluk kotak radio tersebut."Bisa mematikan radionya tidak?" tanya Lukman saat acara penyerahan 1.500 radio kepada penduduk Distrik Kurima, Yahukimo, Papua, Senin (10/9/2007).Pria berkoteka itu buru-buru menggelengkan kepalanya sambil tertawa. Gelengan kepala itu tidak jelas maknanya. Entah karena tidak mengerti Bahasa Indonesia, atau karena tidak tahu cara pakai alat elektronik tersebut.Lukman pun berpesan kepada pengurus Radio Pikonane (yang baru saja diresmikan) mengajarkan kepada penduduk setempat cara mematikan dan menyalakan radio. "Jangan nanti matikannya malah dibanting," kata pria berkacamata ini.Selain mendapat radio gratis yang harga satuannya Rp 80 ribu, warga juga mendapat bantuan 3 batere.Pria berkoteka memang masih banyak ditemukan di Yahukimo. Dari sekitar 500 warga yang menghadiri peresmian Stasiun Radio Pikonane dan pembagian radio gratis, ada sekitar 50 orang yang masih berkoteka.
(nvt/nvt)











































