RI Beli Pesawat Rusia, Negara Lain Tak Perlu Gusar

RI Beli Pesawat Rusia, Negara Lain Tak Perlu Gusar

- detikNews
Senin, 10 Sep 2007 21:09 WIB
Sydney - Kerja sama pertahanan Indonesia dengan Rusia, termasuk rencana pembelian pesawat tempur Rusia diramaikan media Australia. Negara lain tak perlu gusar menganggap Indonesia agresif."Negara lain tak perlu gusar, karena kerja sama dengan Rusia merupakan kerja sama biasa, legal," kata Presiden SBY kepada wartawan di Hotel Four Seasons, Sydney, Australia, sebelum bertolak menuju Jakarta, Senin (10/9/2007). SBY menanggapi kekhawatiran media Australia bahwa Indonesia-Rusia akan menjadi negara agresif dan memiliki kekuatan pertahanan yang menyaingi negara-negara besar. Menurut SBY, pembelian pesawat ke Rusia sangat penting untuk memperkuat pertahanan Indonesia yang memiliki wilayah yang luas, dari Sabang sampai Pulau Rote. "Jadi pembelian pesawat ini bukan untuk perlombaan, bukan pamer kekuatan. Masak kita hanya diperbolehkan memiliki 4 pesawat sukhoi," tegas SBY. Saat berada di dalam pesawat Garuda Airbus 330 yang membawanya ke Jakarta, SBY mengaku telah menyinggung masalah ini kepada Perdana Menteri Australia John Howard saat bertemu dalam jamuan makan siang."Saya jelaskan bahwa kerja sama dengan Rusia merupakan kerja sama yang wajar," kata dia.Sementara itu, Presiden SBY dan rombongan telah tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta sekitar pukul 19.50 WIB. Sejak Jumat (7/9/2007), SBY berada di Sydney untuk menghadiri KTT APEC 2007. (asy/nvt)


Berita Terkait