Sejak Awal JORR Didesain Tarif Terbuka
Senin, 10 Sep 2007 14:38 WIB
Surabaya - Ruas Tol JORR sejak awal memang didesain untuk tarif tol terbuka. Penerapan tarif tol yang sebelumnya dilakukan secara tertutup hanya bersifat sementara saja, mengingat pembangunan ruas JOR dilakukan secara bertahap.Demikian dikatakan Sekretaris Perusahaan, PT Jasa Marga (Persero) Okke Merlina, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Senin (10/9/2007).Okke mengatakan, penerapan sistem terbuka pada ruas JORR ditujukan untuk menarik pengguna tol jarak jauh, yang merupakan mayoritas pengguna JORR. Karena tujuan pembangunan JORR, adalah mendistribusikan lalulintas dari atau ke wilayah barat-timur, tanpa harus memasuki jalan tol dalam kota, sehingga tarif JORR bisa lebih efisien dan manfaat JORR optimal. Diakuinya, penerapan sistim terbuka pada ruas JORR, memang menaikkan tarif tol bagi pengguna jarak pendek. Namun, sistem terbuka ini menguntungkan pengguna tol jarak jauh JORR.Menurut Okke, bila JORR diterapkan dengan sistim tertutup, untuk menempuh seluruh jalan tol JORR sepanjang 45 kilometer, berdasarkan tarif tahun 2003 yang besarnya Rp 430 per kilometer, maka pengguna harus membayar Rp 19 ribu. Padahal dengan sistim terbuka, yang sekarang berlaku, pengguna cukup membayar satu harga Rp 6 ribu untuk jauh-dekat. Okke mengatakan, sistem terbuka seharusnya sudah dilaksanakan sejak awal JORR, karena JORR ini didesain dengan sistem terbuka. Serupa dengan yang diterapkan pada jalan tol dalam kota sepanjang 52 km, dengan tarif Rp 5.500. Penerapan sistem tertutup, pada saat sebelumnya, sebenarnya bersifat sementara. Mengingat pembangunan ruas-ruas jalan JORR dilakukan secara bertahap dan belum tersambung, sehingga tidak memungkinkan penerapan sistim terbuka pada saat itu.Dengan dioperasikannya ruas Jatiasih Cikunir pada tanggal 28 Agustus 2007 yang lalu, maka jalan tol JORR sudah tersambung secara penuh sepanjang 45 km, mulai Ulujami hingga Cilincing. Menghubungkan tiga ruas tol, yaitu Tol Jakarta Serpong, Jagorawi dan Jakarta Cikampek. Sehingga masyarakat dari Tangerang atau Serpong, Pondok Indah, Ciawi atau Bogor yang akan ke arah Bekasi, Cikampek bahkan Bandung atau sebaliknya, sehingga tidak perlu lagi melalui UKI.Karena tujuan pembangunan JORR adalah mendistribusikan lalulintas dari dan ke wilayah barat - timur tanpa harus memasuki jalan tol dalam kota, JORR memang harus menerapkan sistim terbuka, agar tarif bisa lebih efisien dan JORR berfungsi optimal. Penerapan sistim tertutup malah berdampak negatif terhadap optimalisasi pembangunan JORR, Sebab pengguna jalan akan lebih menggunakan rute pendek yang bertarif rendah. "Nantinya malah akan meningkatkan beban jalan tol dalam kota yang sudah padat," ujarnya.
(mar/mar)











































