KSAD: Mutasi TNI Tak Terkait Politik
Senin, 10 Sep 2007 17:48 WIB
Jakarta - Pekan lalu terjadi mutasi besar-besaran di tubuh TNI, khususnya di TNI AD. Muncul dugaan mutasi ini terkait agenda politik pemilu 2009. Tapi KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso membantahnya."Tidak, sudah dikatakan sejak tahun 1998, TNI khususnya TNI AD tidak lagi masuk dalam wilayah politik," kata Djoko Santoso usai mengikuti serah terima jabatan Komandan Pusat Teritorial AD dari Mayjen TNI Hotmangaraja Panjaitan kepada Brigjen TNI Darpito P di Markas Pusterad, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/9/2007).Menurut Djoko, mutasi yang terjadi beberapa waktu lalu karena sudah menjadi tuntutan tugas ke depan. Selain untuk melakukan penyegaran, juga menghadapi adanya beberapa pejabat yang sudah masuk masa dinas pensiun.Dari 129 orang yang dimutasi di lingkungan TNI, 76 orang terbanyak dari AD. Diakui Djoko, untuk AD memang banyak sekitar 300 ribuan personel."Kalau dibanding TNI AL dan TNI AU, AD adalah organisasi yang bertumpu pada SDM. Kalau AL dan AU bertumpu pada alutsista, berarti jumlahya banyak," jawab Djoko.Mutasi di tubuh TNI, lanjut Djoko, juga terkait penguatan teritorial TNI. Di mana salah satu tugas dan fungsi TNI AD adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan darat sesuai amanat UU No 34/2004.Ditambahkan Djoko, tugas itu dilaksanakan bekerja sama dengan instansi lain, karena pertahanan itu bukan tugas TNI saja. Sebab, segenap komponen bangsa itu bertugas untuk mempertahankan negara."Tapi, untuk pemberdayaan wilayah pertahanan di darat itu tugas TNI AD," imbuhnya.
(zal/fay)











































