Praja IPDN Aniaya Siswa SMU di Pekanbaru

Praja IPDN Aniaya Siswa SMU di Pekanbaru

- detikNews
Senin, 10 Sep 2007 14:44 WIB
Pekanbaru - Praja IPDN kembali membuat ulah. Anggi Mahesa, praja asal Provinsi Riau, menganiaya siswa SMU I Pekanbaru hingga babak belur. Korban bernana Dimas Febri OK, pelajar kelas III SMU I Pekanbaru. Akibat penganiayaan itu, gigi depan bagian bawah tanggal. Wajah pelajar berbadan kecil ini pun lebam. "Saya benar-benar tidak terima atas penganiyaan ini. Kasus ini sudah saya laporkan ke Polsek Kota Pekanbaru. Akibat pemukulan ini anak saya hari ini tidak dapat sekolah," kata Malano (48) ayah korban saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (10/09/2007) di Pekanbaru. Malano menjelaskan, penganiyaan ini terjadi pada Minggu (9/09/2007) sekitar pukul 14.20 WIB di Jl Borobudur, Pekanbaru. Waktu itu Dimas menumpang mobil temannya Suzuki Vitara. Di dalam mobil itu mereka bertiga yang ingin berputar-putar di hari libur. Tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil Daihatsu Terios yang ditumpangi Anggi, datang memotong. Anggi kemudian keluar dengan muka sangar. Praja ini memaksa Dimas yang duduk di bagian belakang sopir keluar. Tanpa curiga Dimas pun mengikuti perintah itu. "Begitu anak saya keluar, anak saya lantas dihajar habis-habisan. Waktu temannya akan mencoba melerai, pintu mobil mereka ditahan dari luar. Rupanya di dalam mobil Terios itu ada tiga praja lainnya yang sengaja menutup pintu," kata Malano. Masih cerita Malano, anak keduanya dari tiga bersaudara ini tidak dapat melawan. Dimas hanya bertahan untuk menutupi wajahnya. Apa lagi tubuh praja IPDN yang baru masuk tahun 2006 itu jauh lebih besar ketimbang Dimas. "Anak saya dengan praja IPDN ini memang sudah saling kenal. Sebab, praja itu alumni SMU I Pekanbaru. Waktu anak saya kelas satu, praja itu sudah kelas tiga. Kayaknya ada unsur dendam lama antara anak saya dengan praja itu," terang Malano. (cha/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait