Belum Dapat Kunci Rusun, Korban Gusuran Tol Terkatung-katung
Senin, 10 Sep 2007 14:00 WIB
Jakarta -
Sebanyak 81 KK atau 240 jiwa korban kebakaran di Jembatan Tiga, Jakarta Utara, terlantar di aula rusun Kapuk Muara. Gara-garanya, Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) belum memberikan kunci rusun."Sudah seminggu pindah ke aula rusun, tapi kunci rusun belum dikasih juga," ujar Toha kepada detikcom, Senin (10/9/2007).Toha adalah warga di tol Jelambar, Jembatan II, Penjaringan, Jakarta Utara.Menurut Toha, Pemkot Jakut berjanji memberikan kunci rusun saat warga bersedia pindah ke rusun.Saat ini, kondisi warga yang sudah seminggu di aula rusun itu, mulai memprihatinkan. Barang-barang mereka diletakkan dan bertebaran begitu saja. Aktivitas memasak dilakukan bersamaan dengan ruang tidur dan bermain anak."Ini yang menyebabkan lalat berterbangan sehingga mengurangi tingkat kesehatan warga," jelas pria berusia 32 tahun ini.Selain itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya air bersih. Airnya berwarna kuning dan menyebabkan gatal-gatal. "Sehingga harus membeli air per jerigen seribu perak," tandas Toha.
(nik/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































