Kepengurusan DPC Partai Hanura Solo Membubarkan Diri
Senin, 10 Sep 2007 13:24 WIB
Solo - Merasa tidak lagi sejalan dengan Wiranto dan kepengurusan di DPP, kepengurusan DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Surakarta membubarkan diri. Mereka menilai Wiranto dan DPP Patai Hanura melanggar AD/ART yang telah disepakati bersama demi memasukkan orang-orang yang berduit ke dalam partai.Pembubaran tersebut diumumkan secara resmi dalam jumpa pers di rumah Ketua DPC Partai Hanura Kota Surakarta, Usman Amiroddin, di Jalan Rajiman 456, Solo, Senin (10/9/2007). Menurut Usman, pembubaran itu hasil kesepakatan dalam rapat yang dihadiri tujuh dari sembilan pengurus DPC Hanura Kota Surakarta.Usman mengatakan pembubaran kepengurusan itu adalah dampak dari tekanan Wiranto selaku Ketua Umum DPP Partai Hanura agar dirinya mundur dari jabatan ketua DPC. Meskipun baru bulan Arpil lalu kepengurusan DPC dibentuk, namun Wiranto sudah menilai Usman tidak mampu menjadi ketua DPC.Usman memaparkan sebelum Partai Hanura dibentuk, Wiranto menemuinya dan selanjutnya meminta memimpin Hanura di Kota Solo. Salah satu yang membuat mantan politisi PAN itu tertarik adalah Hanura menawarkan manajemen partai modern dengan struktur kepengurusan ramping antara 7 hingga 13 orang saja."Kami lalu membentuk kepengurusan hanya dengan sembilan orang. Namun belakangan kami didesak oleh DPP untuk menambah lagi jumlah pengurus menjadi 20 hingga 25 orang. Kami tidak merespons positif permintaan itu karena jelas-jelas melanggar aturan internal di AD/ART," papar Usman.Karena sikap itu DPP menilai kepengurusan DPC Partai Hanura Kota Surakarta keras kepala, eksklusif dan menutup diri dengan tidak bersedia memasukkan pengusaha ke dalam kepengurusan. Bahkan selanjutnya Wiranto menilai Usman tidak mampu melaksanakan tugas dan diminta mengundurkan diri."Saya menghormati Pak Wiranto yang telah mempercayai saya maka saya bersedia mundur dan duduk di dewan penasihat saja. Namun setelah hal itu saya sampaikan kepada pengurus yang lain, justru ditolak oleh teman-teman. Mereka menyatakan akan mundur jika saya diganti karena tidak ada kesalahan," lanjut Usman.Akhirnya dalam rapat yang memenuhi kuorum karena dihadiri tujuh dari sembilan pengurus, diputuskan kengurusan DPC Partai Hanura Kota Surakarta membubarkan diri. Dua orang yang tidak hadir adalah Sekretaris DPC, Aris Munandar dan Wakil Ketua DPC, Istiyaningsih.Kepada wartawan, Aris menyatakan akan tetap bertahan sambil menunggu perkembangan kedepan. Menurutnya proses politik di dalam tubuh Partai Hanura masih cukup panjang sehingga perlu disikapi tanpa mengambil tergesa-gesa.Ketika ditanya bahwa rapat pembubaran kepengurusan itu disekapati pengurus yang hadir dan memenuhi kuorum sehingga pembubaran itu sah yang mengikat semua pengurus, Aris enggan mengomentarinya sembari mengatakan bahwa tidak mengikuti rapat tersebut.Citra MengakarSementara itu Wakil Ketua DPC Partai Hanura Surakarta, Ali Syaifullah, mengatakan desakan Wiranto agar Usman Amiruddin mundur itu adalah karena Wiranto menghendaki orang-orang yang mampu mendanai partai untuk menampilkan Wiranto sebagai seorang tokoh yang mengakar di kota kelahirannya sendiri."Salah seorang Ketua DPP, Pak Suaedy Marasabessy, pernah menyatakan Partai Hanura harus mendapatkan suara signifikan di Solo. Jika dalam Pemilu legislatif jeblok, hal itu akan berpengaruh dalam Pilpres. Saat ini Pak Wiranto sudah menimbang beberapa nama pengusaha untuk ketua Partai Hanura di Solo," ujarnya.
(mbr/nrl)











































