Pesawat Dikepung Polisi, Sharif Tolak Serahkan Paspor
Senin, 10 Sep 2007 13:09 WIB
Islamabad -
Begitu pesawat yang ditumpangi mantan PM Pakistan Nawaz Sharif tiba di Bandara Islamabad, Pakistan, sejumlah polisi berseragam hitam mengepungnya.Para penumpang dipersilakan turun dari pesawat. Tapi tidak bagi Sharif yang digulingkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pervez Musharraf pada 1999 yang kini menjabat Presiden Pakistan.Pengepungan dilakukan lantaran Sharif menolak menyerahkan paspor. Sharif yang pernah dua kali menjabat PM Pakistan ini mengaku ingin pergi ke loket imigrasi sendiri. Demikian dilaporkan AFP, Senin (10/9/2007)."Petugas meminta dia bersikap kooperatif atas alasan keamanan. Tapi dia bilang tidak bisa menyerahkan paspornya dan akan berjalan sendiri ke loket," urai pejabat bandara yang tak mau disebutkan namanya.Setelah berdebat selama 2 jam, Sharif akhirnya meninggalkan pesawat. Paspor tetap dikantonginya. Dia pun berjalan ke loket imigrasi.Sementara pejabat tinggi pemerintah menyatakan petugas dari Badan Anti Sogokan sedang menunggu di bandara dengan surat perintah penangkapan Sharif atas tuduhan korupsi.Setelah digulingkan Musharraf 8 tahun lalu, Sharif didakwa hukuman penjara seumur hidup karena menghindari pajak dan pengkhianatan. Pada Desember 2000, Sharif dibebaskan. Syaratnya, dia dan keluarganya harus mengasingkan diri dan tinggal di Arab Saudi selama 10 tahun. Saat itu Sharif mengaku dipaksa menyetujui kesepakatan itu.MA Pakistan pada Agustus 2007 memutuskan Sharif dan keluarga boleh pulang ke Pakistan. Sharif bertolak dari London, Inggris dan tiba di negerinya untuk menantang Musharraf dalam pemilu presiden.
(sss/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































