Mega Dinilai Belum Yakin Kinerja Mesin PDIP
Senin, 10 Sep 2007 08:26 WIB
Jakarta - Ada pesan jelas di balik sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang belum mau mengatakan 'ya' atas pinangan partainya maju sebagai capres dalam pilpres 2009. Dia belum yakin atas kinerja mesin partainya.Kekalahan Megawati dalam Pilpres 2004 lalu sepertinya masih menyisakan trauma. Itulah sebabnya, presiden RI ke-4 itu tidak mau gegabah menjawab permintaan pendukungnya agar segera menyatakan siap maju dalam pilpres 2009."Dia sampai sekarang belum yakin dengan kesiapan partainya. Pengalaman pada Pilpres 2004 lalu membuatnya trauma. Dia merasa ketika itu maju sendirian dan tidak didukung," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (10/9/2007).Itulah mengapa, lanjut Qodari, Megawati terkesan menggantung jawaban terhadap para pendukungnya. "Sebenarnya tidak terlalu penting juga Megawati menjawab di forum resmi seperti rakernas. Karena toh PDIP tidak punya calon lain yang akan diusung sebagai capres," imbuh Qodari.Menurut Qodari, apa yang dilakukan Mega sekarang merupakan refleksi mendalam atas kegagalan dalam Pilpres 2004. Ketika itu mesin partai terlena dalam kekuasaan dan tidak bersiap menghadapi pilpres."Tapi sekarang, PDIP sepertinya lebih baik. Ada usaha lebih yang dilakukan. Sebagai penantang tentu mereka harus kerja keras," ujarnya.Qodari memperkirakan, calon-calon yang akan maju dalam Pilpres 2009 masih akan diisi muka-muka lama. Tidak ada perubahan kecuali cawapres yang mungkin akan diisi beberapa tokoh baru."Sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati pastinya sudah memberi instruksi kepada jajaranya. Tapi sebagai orang yang diminta menjadi capres, dia mengirim pesan yang jelas kepada partainya," ungkap Qodari.
(bal/umi)











































