AS: Tak Ada Indikasi Serangan Baru Osama Bin Laden

AS: Tak Ada Indikasi Serangan Baru Osama Bin Laden

- detikNews
Senin, 10 Sep 2007 01:03 WIB
Washington DC - Meski dalam rekaman video terbarunya yang beredar Jumat (8/9/2007) lalu Osama mengecam habis kebijakan perang Amerika Serikat (AS) di Irak, Gedung Putih meyakini tidak melihat adanya ancaman Osama Bin Laden akan melakukan sebuah serangan lagi kepada AS.Hal ini disampaikan oleh penasihat kemanan dalam negeri Presiden Bush Frances Townsend. "Tidak ada yang menunjukan bahwa rekaman ini mengisyaratkan akan adanya sebuah serangan," kata Townsend.Townsend menambahkan, "Bin Laden selalu mengirimkan pesan semacam ini secara rutin sejak serangan 11 September 2001."Intilijen AS yakin bahwa orang dalam rekaman itu memeng Osama Bin Laden. "Ada indikasi bahwa isi rekaman itu dibuat baru-baru ini. Kira-kira beberapa bulan terakhir," ujar Towsend seperti dilansir AFP (9/9/2007)."Ini adalah hal terbaik yang bisa dilakukannya. Orang ini lari dari persembuniannya dan keberadaannya tidak diketahui selain dari rekaman itu." cetus Townsend."Kami mengetahui Al-Qaeeda masih merencanakan untuk menyerang. kamimenganggap serius masalah ini, tetapi kaset ini tidak berisi apa-apaselain jebakan. Ini propaganda pihak mereka, " pungkasnya.Sebelumnya, Presiden Bush yang sedang berada di Sidney dalam rangka mengikuti KTT APEC mengungkapkan, dengan pernyataan Osama bin Laden tersebut membuat AS akan tetap bertahan di Irak."Hal ini mengingatkan bahwa Irak adalah bagian dari perang melawan teroris," ujarnya di Sidney, Sabtu (8/9/2007). Isi rekaman video Osama Bin Laden pertama kali beredar pada Jumat (7/9/2007). itu antara lain menyalahkan pihak AS atas perang berdarah di Irak yang tak kunjung berakhir dan peran kapital (pengusaha) yang diduga adalah dalang dibalik semua perang yang dilakukan AS.Dalam rekaman yang diperkirakan dibuat awal bulan Agustus itu, Osama bin Laden yang tampil untuk pertam kalinya dalam 3 tahun terakhir dengan janggut yang dicat hitam mengatakan ada dua solusi untuk menghentikan perang di Irak.Solusi pertama, kata Bin Laden adalah Al Qaeda terus meningkatkan pembunuhan dan pertempuran terhadap AS. "Ini adalah tugas kami, dan saudara-saudara kami untuk melakukannya, dan saya mohon pada Allah untuk memberi mereka pemecahan dan kemenangan" ujarnya.Solusi kedua, lanjut dia, "Sekarang menjadi jelas bagi anda dan seluruh dunia kelemahan sistem demokratis dan bagaimana itu (sistem) bermain-main dengan kepentingan orang dan darah mereka dengan mengorbankan tentara dan penduduk untuk mencapai kepentingan korporasi yang besar itu." (rdf/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads