Laporan dari Sydney
SBY: RI-Australia Saling Memahami
Minggu, 09 Sep 2007 22:06 WIB
Sydney - Presiden SBY menilai hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia memang pasang surut. Namun, kedua negara sepakat untuk terus melakukan kerja sama. Bahkan, seiring dengan forum KTT APEC 2007, hubungan Indonesia dan Australia semakin erat, karena sudah saling memahami dan percaya. Hal ini disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam jamuan makan malam yang diselenggarakan Asialink di Ball Room Four Seasons Hotel, George St, Sydney, Minggu (9/9/2007). Hadir dalam acara ini Pimpinan Asialink Sid Myer, Menteri Lingkungan Australia Malcolm Turnbull, dan ratusan eksekutif dan pengusaha Australia. Dalam jamuan makan malam ini, SBY didampingi oleh Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri. Pada kesempatan itu, SBY menyampaikan pidato sekitar 15 menit. Sebelum menyampaikan pidato, SBY menerima ucapan selamat ulang tahun dari Sid Myer dan mendapat tepuk tangan panjang tamu undangan. Saat berpidato, SBY menyatakan terima kasih atas sambutan Australia terhadap Indonesia dalam kunjungan kenegaraan kali ini. Dia berharap hubungan Australia dan Indonesia mendatang semakin baik. Sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia memang naik turun, salah satunya adalah karena faktor media massa. "Orang Indonesia menganggap Australia sebagai bangsa superior. Sementara orang Australia mengganggap Indonesia sebagai military community dan mengecap sebagai sarang teroris karena bom Bali lalu," kata SBY. Namun, saat ini Indonesia dan Australia sudah saling memahami. Kini Australia dan Indonesia saling percaya. "Saya senang mengatakan bahwa antara Australia dan Indonesia pada dasarnya memiliki hubungan kepercayaan," kata SBY. Tanpa rasa saling percaya, menurut SBY, tidak akan ada hubungan yang dekat dan efektif seperti sekarang, baik dalam forum multilateral maupun bilateral. Bagi Presiden SBY, Australia merupakan mitra strategis bagi Indonesia, terutama dalam perdagangan dan investasi. Presiden SBY juga mengapresiasi kerja sama kehutanan yang baru saja ditandatangani oleh Australia dan Indonesia. Perjanjian ini sangat penting terkait dengan perubahan iklim dan dampak global warming, yang juga telah disinggung dalam deklarasi KTT APEC 2007.
(asy/asy)











































