Bom Cimahi
Keluarga Darwis Bungkam
Minggu, 09 Sep 2007 20:32 WIB
Bandung - Pasca penggeledehan rumah Darwis (60) tersangka pemilik detonator dan sejumlah bahan kimia pembuat bom pihak keluarga memilih bungkam. Mereka enggan berkomentar dan menemui wartawan.Saat detikcom berkunjung ke rumah bercat krem dan pagar coklat itu yang beralamat di Kampung Babakan Kidul Rt 2 Rw 04 Kel Cigugur Tengah Kec Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Minggu (9/9/2007), suasana tampak sepi. Namun, terdengar samar-samar celoteh anak dari dalam rumah. Setelah beberapa kali pintu diketuk, akhirnya tanpa membuka pintu, dari dalam rumah tampak perempuan berusia muda melalui kaca menanyakan identitas."Siapa ya? mau ke siapa?," ujarnya dengan wajah penuh curiga. Saat memperkenalkan diri sebagai wartawan, perempuan itu langsung melengos pergi sambil berkata bahwa ibu sedang sakit. "Ibu sedang sakit," katanya.Yuyun (45), tetangga tepat disamping rumah Darwis, mengatakan keluarga Darwis memang tertutup. "Saya yang tetangga dekatnya saja jarang mengobrol. Apalagi sejak kejadian kemarin, mereka tidak keluar rumah," ujar Yuyun.Menurut sepengetahuan dirinya, istri Darwis, Pipih, sedang berada di rumah. Dia ditemani anak pertamanya, Yayah, bersama dua anaknya. "Pak Darwis itu orangnya judes. Dia mah nggak mau gaul dengan orang yang nggak selevel ama dia. Saya tetangga dekatnya saja jarang ngobrol atau bertamu. Paling-paling satu bulan sekali membayar sewa halamannya yang sebagian saya pakai kalau barang rongsokan lagi banyak. Per bulannya Rp 50 ribu," tuturnya.Yuyun dan suaminya, Solihin, adalah pengumpul barang rongsokan. Rumah Darwis lebih menjorok ke dalam dibandingkan rumah Yuyun. Nah, tanah di depan rumah Darwis sering dipakai untuk menyimpan barang rongsokan. Karena tanahnya milik Darwis, akhirnya Yuyun harus membayar uang sewa.Jumat (7/9/2007) siang, puluhan polisi gabungan, tim gegana dan tim dari Puslabfor Mabes Polri menggeledah rumah Darwis. Ternyata dari rumahnya itu, disita ratusan detonator rakitan aktif dan berbagai bahan kimia.Polisi juga tengah memeriksa 15 orang saksi, tiga diantaranya diperiksa secara intensif. Inisial ketiga saksi tersebut seperti yang dilansir polisi adalah DW,BD, dan AN. Kuat dugaan DW adalah Darwis, BD adalah Budi anak ketiga Darwis, dan AN adalah Anung, anak keempat Darwis.
(ern/bal)











































