Jelang Ramadhan, Warga Jakarta Serbu Pemakaman
Minggu, 09 Sep 2007 09:40 WIB
Jakarta - Ramadhan tinggal menghitung hari. Bagi sebagian kaum muslim di Indonesia, tak elok rasanya bila memasuki bulan suci itu tanpa membersihkan diri. Di beberapa tempat ada berbagai tradisi yang mengiringinya. Salah satunya yang biasa dilakukan yakni berziarah ke makam sanak keluarga yang telah meninggal. "Ini sudah budaya, biasanya seminggu atau 3 hari sebelum puasa ramai yang datang. Mereka berdoa dan membersihkan makam," kata petugas TPU Tanah Kusir, Bambang saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Minggu (9/9/2007).Lain dari hari biasanya, menjelang ramadhan ini lonjakan peziarah memang cukup tinggi. "Pokoknya banyak, lebih dari ratusan. Mereka datang rombongan, nanti puncaknya pasa lebaran," imbuh Bambang dengan logat Jakarta yang kental.Tak heran, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terletak di Jl Bintaro Raya I, Jakarta Selatan ini pun belakangan terlihat lebih ramai. Tak hanya peziarah, jasa pembaca doa, pembersih makam, serta pedagang yang biasa mangkal pun ketiban rezeki."Buat pembaca doa dan pembersih makam infaknya seikhlasnya, biar berapa pun diterima," imbuh Bambang yang sudah 4 tahun bertugas di Tanah Kusir.Selain itu bukan saja rakyat biasa, para pejabat pun datang berziarah ke tempat ini ke makam (kuburan) sanak keluarga mereka. Dan para peziarah pun berasal dari berbagai daerah. "Sebagian besar memang dari Jakarta, tapi ada juga yang dari Bogor, Tangerang, Bekasi, sampai dari Surabaya juga ada," tandas Bambang.Tradisi nyekar atau berziarah ke makam jelang ramadhan memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Namun selain kepada yang telah meninggal, ucapan maaf pun biasanya ditujukan pula kepada teman dan kerabat yang masih hidup.Caranya baik berkunjung ke kediaman langsung, berkirim kabar melalui telpon atau pun pesan singkat. Memasuki bulan suci tentunya mereka ingin pula diawali dengan niat yang suci.
(ndr/)











































