Hadapi Pilpres 2009, 4 Parpol Bersimbol Banteng Siap Bersatu

Hadapi Pilpres 2009, 4 Parpol Bersimbol Banteng Siap Bersatu

- detikNews
Sabtu, 08 Sep 2007 19:13 WIB
Bojonegoro - Pelaksanaan pemilu presiden (Pilpres) masih jauh di depan. Namun geliat kompromi politik mulai menghangat dikalangan partai-partai politik bersimbol banteng. Bahkan 4 di antaranya akan melakukan aksi fusi (penyatuan) untuk menggalang kekuatan politik.Mereka masing-masing Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Pelopor (PP), Partai Nasionalis Indonesia (PNI) Marhaen, dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI). Fusi 4 Parpol banteng dalam skala nasional akan digelar pada 10 Nopember 2007 mendatang di Surabaya."Kami sudah 5 kali ngumpul di Jakarta membahas fusi, maka tinggal mematangkan saja," kata Ketua Umum PNBK Eros Djarot ditengah pemusatan kegiatan HUT PNBK ke-5 di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (8/9/2007).Rahmawati Sukarno Putri (ketua PNI Marhaen) dan Sukmawati Sukarno Putri (ketua PP) sudah memberikan sinyal positif terhadap penggabungan 4 Parpol banteng. "Kedua putri Bung Karno juga sudah sepakat fusi, demikian juga ketua PPDI," imbuh sutradara film Tjoet Nja' Dhien ini.Fusi 4 Parpol banteng itu akan diarahkan pada salah satu Parpol banteng lain yang lebih besar, dalam pemenangan Pilpres 2009. "4 Parpol banteng akan merapat pada parpol banteng lain yang punya kesamaan filosofi politik," jelas Eros tanpa menyebut identitas Papol dimaksud.Kedepan, fusi partai banteng bukan hanya merangkul 4 Parpol. Tapi juga parpol lain ber-platform nasionalis religius lainnya. "Nanti kita akan ajak temen-temen lain untuk bergabung, kalau bisa sebelum deklarasi nanti," harap Eros yang dalam keterangannya belum menyebut figur Presiden RI masa depan.Lebih jauh Eros Djarot, Ketua Umum PNBK mengamati terjadinya fenomena erosi nasionalisme. Gejala ini muncul menyusul sikap partai-partai penguasa yang justru terlena dengan kekuasaannya, sebaliknya dari pada memperhatikan kebutuhan rakyatnya. (gik/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads