Laporan dari Sydney
APEC Setujui Isu Perubahan Iklim Masuk Dalam Deklarasi
Sabtu, 08 Sep 2007 14:46 WIB
Sydney - Para pemimpin APEC setuju mengadopsi isu perubahan iklim untuk dimasukkan dalam deklarasi. Pengurangan emisi gas buang rumah kaca, pengurangan penggunaan energi, dan penghijauan hutan akan dijadikan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan itu. Hadil pertemuan pimpinan APEC ini disampaikan Perdana Menteri John Howard dalam jumpa pers di halaman gedung Sydney Opera House, Sydney, Sabtu (8/9/2007). Howard menyampaikan hasil pertemuan tahap pertama itu dengan latar belakang pelabuhan Sydney.Menurut Howard, deklarasu pemimpin APEC mengenai perubahan iklim, ketersediaan energi, dan pemerintahan yang bersih, mencerminkan bahwa ada upaya serius dalam menangani masalah pemanasan global (global warming) tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi. "Dunia perlu menghambat dan menghentikan pertumbuhan emisi gas buang rumah kaca," kata Howard yang mengenakan jas warna gelap dengan dasi corak garis-garis warna cokelat dan merah. Para pemimpin APEC juga setuju untuk semakin menyelamatkan hutan dengan melakukan penanaman pohon kembali di 50 juta hektar lahan pada 2020. Dengan menyelamatkan hutan akan bisa membantu menyerap emisi gas buang yang menyebabkan pemanasan global. Howard juga menyebutkan bahwa negara APEC akan mendukung konferensi internasional di Bali pada Desember 2007 terkait upaya penanganan pemanasan global. Pertemuan pimpinan APEC akan berlanjut pada Minggu (9/9/2007). Namun, pertemuan tahap kedua tidak akan dihadiri Presiden AS George Bush. Rencananya, Bush akan meninggalkan Australia Sabtu sore ini.
(asy/nvt)











































