Jelang Puasa, MUI Imbau Tayangan Berbau Seks & Klenik Direm
Sabtu, 08 Sep 2007 14:34 WIB
Jakarta -
Puasa Ramadhan sudah di depan mata. Agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar media massa tidak menyajikan hal-hal yang bisa memicu rusaknya puasa.MUI menekankan, agar tayangan yang mengandung intrik keluarga, perselingkuhan ataupun perceraian tidak disajikan selama puasa. Termasuk pula program yang bertemakan seksualitas, kekerasan, maupun klenik yang selama ini beredar.Seruan ini disampaiakn Ketua MUI Umar Shihab di Kantor MUI, Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (8/9/2007)."Selama ini kami selalu menerima laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai isi siaran yang tidak mendidik seperti tadi. Memasuki bulan puasa, MUI mengimbau untuk direm dan dikurangi," ujar Umar.Dia juga meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Lembaga Sensor Film agar lebih gigih dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dengan demikian, lembaga itu tidak kecolongan dalam program, materi, dan isi media elektronik yang bisa merusak ibadah puasa."Selama puasa, MUI juga membentuk Komisi Informasi Komunikasi dan Fatwa untuk memantau itu semua. Kami akan mencatat dan memantau tayangan media elektronik dan cetak. Hasilnya buat evaluasi untuk ramadhan tahun depan," pungkas Umar.
(nvt/djo)










































