Seleksi Pimpinan KPK
Jangan Lihat Dari Lembaganya, Tapi Kualitasnya
Sabtu, 08 Sep 2007 07:33 WIB
Jakarta - Masyarakat sebaiknya tidak melihat dari lembaga mana para peserta seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal. Melainkan kualitas peserta yang memang layak lolos seleksi untuk memimpin KPK."Jangan dimusuhi. Jangan dilihat dari mana lembaganya," ujar anggota panitia seleksi KPK Renald Kasali di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta, Jumat (7/9/2007).Hal itu dikatakan dia menanggapi penilaian masyarakat terhadap salah satu peserta seleksi KPK dari Badan Intelijen Negara (BIN), Saut Situmorang. Ia dipandang orang BIN yang sengaja ditempatkan BIN di KPK.Menurut Renald, kekhawatiran masyarakat cukup wajar sebab BIN memang tengah menjadi sorotan. Terutama dalam sidang PK kasus kematian aktivis HAM Munir yang sedang ramai akhir-akhir ini.Renal mengungkapkan, keikutsertaan Saut mengikuti seleksi pimpinan KPK justru berawal dari kegelisahan Saut terhadap BIN. BIN mengetahui banyak hal, namun berbanding terbalik dengan apa yang bisa dilakukannya untuk bangsa ini."BIN tahu banyak hal, tapi tidak bisa berbuat banyak untuk kemajuan bangsa," ujar Renald menirukan Saut.Menurut Renald, muridnya di program S3 Universitas Indonesia (UI) itu adalah orang BIN yang cukup bersih. Namun hal ini bukan berarti ia punya preferensi terhadap Saut. "Saya tidak ikut mewawancarainya, karena saya telah 4 tahun mengenalnya. Saya bilang this is my students. Temen-temen (Pansel KPK) yang wawancara," imbuh Renald."Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) yang terdiri dari beberapa LSM juga berkesimpulan dia nggak ada sisi negatifnya," pungkasnya.
(irw/ken)











































