Laporan dari Sydney
Hubungan Panon Hideung dan Rusia
Sabtu, 08 Sep 2007 05:19 WIB
Sydney - Lagu Panon Hideung (Mata Hitam) tentu sudah sangat terkenal di kalangan orang Sunda. Orang awam juga sudah sering mendengar lagu ini. Lagu ini diputar saat Presiden SBY menjamu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Negara, Kamis (6/9/2007) malam lalu. Lantas apa hubungan Panon Hideung dengan Rusia? Barangkali sebagian orang belum tahu. Yang jelas lagu ini yang dinyanyikan di depan Putin dan rombongan menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, setelah lagu Panon Hideung didendangkan, didendangkan pula lagu Rusia yang memiliki irama musik yang sama. Oh ternyata, oh ternyata lagu ini memang sama. Siapa yang menciptakan lebih dulu irama lagu ini, Indonesia atau Rusia. Nah, Putin secara khusus menanyakan hal ini kepada Presiden SBY dalam jamuan makan malam itu, lewat seorang penerjemah bernama Veronica. "Putin tanya bagaimana ceritanya lagu Rusia ini bisa masuk Indonesia. Saya terus terang tidak tahu sejarahnya," kata SBY saat menceritakan kisah ini di dalam pesawat Air Bus 330 di tengah perjalanan dari Jakarta menuju Sydney, Australia, Jumat (7/9/2007) untuk menghadiri KTT APEC. Saat itu, SBY menjawab bahwa lagu ini merupakan lagu Sunda dari Jawa barat. "Tapi, Putin tetap bertanya, bagaimana caranya lagu ini bisa masuk ke Indonesia. Saya benar-benar tidak tahu. Saya bertanya kepada Pak Ginandjar Kartasasmita yang berada di samping saya, beliau juga tidak tahu," ujar SBY.Belum jelas apa judul lagu Rusia yang mirip dengan lagu Panon Hideung itu. Namun, salah seorang rombongan Presiden SBY sempat menyebut di Rusia lagu itu berjudul 'Black Eyes'. Menurut SBY, pertanyaan Putin mengenai lagu Panon Hideung itu merupakan pertanyaan balasan. Saat berkunjung ke Moskow, Rusia akhir Desember 2006 lalu, saat dijamu Putin, Ny Ani Yudhoyono juga bertanya mengenai sebuah lukisan di gedung Kremlin. Gedung itu memang banyak lukisan mengenai sejarah Rusia, termasuk di langit-langit gedung. "Istri saya menanyakan kepada Putin mengenai sebuah lukisan di depan kami," kata SBY. Apa jawab Putin? "Selama 6 tahun menjadi presiden, saya tidak tahu itu lukisan apa," kata SBY menirukan ucapan Putin saat itu. Rombongan yang ikut mendengarkan cerita Presiden SBY ini pun tertawa. SBY sangat terkesan dengan kunjungan Putin. Salah satunya, mengenai sikap Rusia terhadap Timur Tengah. "Sikap Rusia mengenai Timur Tengah sama dengan Indonesia," ujar SBY. SBY juga menyambut baik mengenai MoU antara Bank Mandiri dengan pihak Rusia. "Saya kira ini perkembangan menarik. Sebab selama ini ada kesan perbankan kita tidak kompatibel dengan bank di Rusia. Dengan ditandatanganinya MoU ini, semoga menjadi langkah awal yang baik," kata SBY.
(asy/ken)











































