Sakit Maag Bukan Alasan Tidak Berpuasa

Sakit Maag Bukan Alasan Tidak Berpuasa

- detikNews
Sabtu, 08 Sep 2007 00:20 WIB
Jakarta - Sakit maag bukan alasan untuk tidak berpuasa di bulan ramadan. Sebab, secara ilmiah, sakit maag tidak akan kambuh dengan menjalankan puasa."Saat puasa, kita tidak makan selama 14 jam. Selama itu, sistem pemcernaan tidak bekerja. Dengan buka dan sahur waktu makan jadi teratur," ujar ujar dr Ari Fahrial Syam, SpPD, MMB, KGEN.Hal itu disampaikan dia dalam simposium mini bertajuk "Tips puasa pada penderita penyakit kronis" di FKUI, Salemba, Jakarta, Jumat (7/9/2007).Sebuah penelitian di Paris, Prancis, 14 sukarelawan yang mengalami peningkatan asam lambung, kondisinya kembali normal setelah selesai berpuasa.Menurut Ari, seseorang menderita maag apabila mengalami gejala seperti berikut: rasa tidak nyaman atau sakit atau perih disekitar ulu hati, mual yang mengakibatkan muntah, perut terasa kembung atau penuh, sering bersendawa, mulut terasa pahit, dan tidak nafsu makan."Sakit maag itu ada dua, yakni sakit maag fungsional dan sakit maag organik. Yang tidak normal ini terjadi apabila endoskopi tidak normal. Ada peradangan kerongkongan, tukak lambung dan usus dua belas jari, dan tumor pada saluran cerna atas," imbuh pria berkumis ini.Menurut Ari, 70 persen sakit maag yang terjadi adalah sakit maag fungsional. Penyakit ini terjadi karena makan yang tidak teratur, kebiasan makan camilan berlemak, minum kopi atau minuman bersoda sepanjang hari, merokok, dan stress.Keluhan ini akan berkurang selama puasa apabila makan dilakukan secara teratur, mengurangi merokok, mengurangi camilan berlemak, serta mengurangi minum kopi dan yang bersoda."Jika terjadi ganguan organik, bisa diobati dengan obat antiasam. Jadi yang mengalami maag organik, bisa tetap berpuasa dengan obat," lanjut pria berkacamata ini. (nvt/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads