Ryaas: Kalau PDK Gabung PBR, Sulit Cari Ketua Umumnya

Ryaas: Kalau PDK Gabung PBR, Sulit Cari Ketua Umumnya

- detikNews
Jumat, 07 Sep 2007 17:07 WIB
Jakarta - Pinangan blak-blakan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi ditanggapi malu-malu oleh Presiden Partai Penegak Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Ryaas Rasyid. Alasan Ryaas, sulit cari ketua umum penerusnya."Kalau PDK gabung PBR, sulit nanti cari ketua umumnya," kata Ryaas dalam diskusi 'Formulasi Penggabungan Parpol: Antara Koalisi atau Fusi' di Hotel Maharani, J Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (7/9/2007).Ucapan Ryaas ini seakan menegaskan adanya kesulitan kedua partai yang tidak lolos electoral threshold (ET) itu untuk berfusi. Padahal Bursah sebelumnya telah menawarkan posisi yang tak kalah prestisius di partai hasil fusi itu: Ketua Dewan Penasihat.Selain itu, karena Zaenal Ma'arif telah di-recall sebagai anggota DPR dan sekaligus Wakil Ketua DPR, Ryaas yang juga anggota DPR akan dimajukan PBR menggantikan Zaenal. Namun Ryaas sepertinya tetap tidak berminat."Partai saya di 3 provinsi itu nomor 2. Saingannya hanya Partai Golkar. Partai Pak Bursah tak ada yang nomor 2. Cuma, partai Pak Bursah itu tersebar. Maka untuk negosiasi (bergabung), agak beratlah," imbuh Ryaas.Dalam diskusi yang berlangsung seru itu, pada dasarnya Ryaas tak sepakat dengan adanya electoral threshold. Menurutnya, ET itu memberangus hak warga negara untuk berpartisipasi dalam demokrasi."Partai lokal dibolehkan. Calon independen dibolehkan. Masak partai yang sudah ada wakil di DPR, punya pengurus dan kader-kadernya terbukti bagus, tidak boleh ikut Pemilu hanya gara-gara tidak lolos electoral threshold?" gugat mantan Menteri Otda ini. (aba/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait