Depkes Petakan Hepatitis C
Jumat, 07 Sep 2007 15:16 WIB
Jakarta - Hepatitis C merupakan salah satu jenis infeksi virus pada hati. Bahkan infeksi ini merupakan satu dari 10 penyebab kematian terbesar. Berdasarkan perkiraan sekitar 7 juta penduduk Indonesia telah terinfeksi virus hepatitis C (VHC).Kenyataannya di lapangan hingga kini sebaran penularan dan besaran jumlah penderita infeksi VHC belum diketahui secara pasti. Sehingga gambaran besar kasus dan kejadian infeksi VHC secara nasional belum dapat dirinci.Karena itulah Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&P) bekerja sama dengan PT Roche Indonesia mengembangkan sistem surveilans hepatitis C ini. Namun sebelumnya dilakukan program pengumpulan data terlebih dahulu."Hepatitis C itu dari waktu ke waktu meningkat oleh karena itu kita memberikan perhatian. Pertama dengan surveilans untuk pemetaan dan pelaporan berapa besar masalah hepatitis C," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL) Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun.Nyoman menyampaikan dalam Peluncuran Program Surveilans Nasional Hepatitis C di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2007).Program pengumpulan data tahap awal ini akan berjalan selama 12 bulan di 11 provinsi yang mencakup 13 rumah sakit, 24 laboratorium, dan 11 unit transfusi darah.11 Provinsi yang terlibat yaitu DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Bali, Kalimantan Barat, dan Papua.Sementara itu Ketua Pelaksana Pendataan dan Pengumpulan Data Hepatitis C Hari Santoso menjelaskan upaya pengumpulan data ini bukan semata-mata karena Indonesia belum mempunyai data."Itu salah satu alasan karena data sangat terbatas, makanya kita coba melengkapi," ujar Hari.Dengan kegiatan ini, tentu data yang dimiliki dapat dilengkapi.Tentang Hepatitis CMenurut data WHO, sekitar 170 juta manusia terinfeksi VHC. Angka ini meliputi sekitar 3% dari seluruh populasi manusia di Bumi. Bahkan 3 hingga 4 juta manusia mendapatkan infeksi baru setiap tahun.Hepatitis C dapat mengakibatkan peradangan dan kerusakan hati, dan pada sebagian kasus menjadi sirosis (pengerasan) hati, kanker hati atau kematian akibat gagal hati.Sampai saat ini sudah ditemukan 7 virus yang dinamai menurut abjad, yaitu Hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT. Perbedaan virus hepatitis terletak pada kronisitas infeksi dan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan.Dibandingkan dengan hepatitis B, hepatitis C memang lebih ganas dan lebih menyebabkan penyakit hati menahun. Bahkan hingga kini hepatitis C belum ditemukan vaksinnya.Replikasi atau berbiaknya VHC ini amat produktif, dapat mencapai 10 ribu triliun kopi virus per hari. Tingginya produksi VHC ini memastikan munculnya generasi VHC yang beraneka ragam dan memungkinkan VHC meloloskan diri dari sergapan sistem kekebalan. Hal inilah yang menyebabkan belum adanya vaksin bagi penderita yang terinfeksi VHC.Selain itu, VHC juga memiliki angka mutasi atau perubahan genetik yang tinggi. Sehingga, sering muncul virus mutan yang kerap dapat menghindari antibodi tubuh.
(mly/nrl)











































