Penculikan Ulfa, Peminta Tebusan Cuma Orang Iseng
Jumat, 07 Sep 2007 14:53 WIB
Medan - Polisi terus menyelidiki kasus penculikan Aja Ulfa Hayati, bocah perempuan berusia 5 tahun asal Medan. Polisi menangkap 4 pelajar SMA yang mengirimkan SMS meminta tebusan. Namun mereka mengaku cuma iseng."Kita masih meminta keterangan mereka, masih mengembangkan penyelidikan untuk menemukan korban yang masih hilang," kata Komisaris Polisi Budi Haryanto, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Poltabes Medan kepada wartawan, Jumat (7/9/2007), di Poltabes, Jalan HM Said Medan.Keempat pelaku pengiriman SMS itu Heri Siswanto, Eko Feirizal, Muhammad Nazaruddin dan Bambang Nurdiansyah. Mereka merupakan pelajar kelas tiga SMK Budidarma, Indrapura, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) yang tengah praktek kerja lapangan di sebuah bengkel di Mabar, Medan.Pengakuan Heri, keisengan mereka berawal saat membaca berita di koran tentang hilangnya Ulfa dan mencantumkan nomor seluler milik Dasuki, kakek Ulfa. Dengan menggunakan nomor seluler milik Heri, 081396378XX kemudian mereka mengirim pesan iseng yang meminta tebusan Rp 500. Namun menurut Dasuki setelah SMS itu, pelaku mengkoreksi nilai menjadi Rp 500 juta, yang dibantah Heri."Kami hanya iseng meminta Rp 500, bukan Rp 500 juta. Hanya iseng kok, jadi Rp 500 saja," kata Heri.Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian berhasil menjebak pelaku untuk datang ke RS Martha Friska di Jalan Yos Sudarso pada Kamis (6/9/2007) sekitar pukul 23.00 WIB. Semula yang ditangkap Heri dan Eko, kemudian menyusul Bambang dan Nazaruddin.Kepada polisi, mereka tidak tahu menahu di mana keberadaan Aja Ulfa Hayati, yang dinyatakan hilang sejak 1 September 2007, sekitar pukul 13.00 WIB saat bermain di sekitar rumahnya di Jalan Banteng Gang Amal Ujung, Medan Helvetia.
(rul/djo)











































