Deplu: Hubungan Warga RI-Israel Boleh, Asal Tak Ada Simbol Resmi
Jumat, 07 Sep 2007 11:55 WIB
Jakarta - Rencana investasi Israel di NTT mengundang kontroversi. Deplu RI menegaskan tidak ada hubungan resmi RI-Israel, namun tidak menghalangi hubungan antarwarga negara."Saya ingin sampaikan garis kebijakan kita, bahwa kita tidak akan menjalani hubungan resmi pada tiap tingkatan dengan Israel, dan kita tidak akan menerima delegasi resmi dari Israel," kata Jubir Deplu Kristiarto Legowo di Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (7/9/2007).Kontak secara individu, lanjut dia, tidak akan menimbulkan implikasi posisi RI terhadap Israel. Saat ini tiap warga Israel yang ke RI pasti tidak memakai paspor diplomatik. Meskipun ada, itu sifatnya affidavit alias menggunakan pernyataan tertulis yang sah."Namun demikian, kita tidak bisa menghalangi hubungan antarwarga negara RI dengan Israel, sejauh tidak menggunakan simbol-simbol resmi pemerintah," ujar Kristiarto."Saat ini kita juga belum tahu juntrungannya kerjasamanya bentuknya seperti apa. Apakah aplikasi penanaman modal atau yang lain. Tapi sepertinya ini masih dalam taraf penjajakan saja," pungkasnya.
(sss/ana)











































