Penculik Raisah Masih Belum Dikeluarkan dari SMAN 35
Jumat, 07 Sep 2007 11:20 WIB
Jakarta - Penculikan Raisah, putri Ketua BPP Hipmi Ali Said, yang dilakukan oleh sekelompok anak muda beberapa waktu lalu, sempat menyeret nama SMAN 35. Beberapa pelaku penculikan tercatat sebagai siswa SMAN 35 Jakarta Pusat.Namun pihak sekolah hingga kini masih belum menetapkan apakah siswa mereka yang terlibat penculikan tersebut akan dikeluarkan dari sekolah atau tidak."Kami masih menunggu keputusan hukumnya. Karena mereka masih di bawah umur. Kalau dinyatakan bersalah, otomatis dikeluarkan," kata Kepala Sekolah SMAN 35 Maria Gunarwati.Hal ini disampaikan dia di sela-sela peringatan Isra Mi'raj 1428 H dan istiqotsah untuk memperbaiki nama baik SMAN 35, di Jalan Mutiara, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2007).Dia mengatakan, jika siswanya benar terlibat dalam penculikan Raisah, pihak sekolah akan tetap memberikan bantuan. Namun, bantuan bukan melalui institusi, melainkan berupa pemberian nomor telepon pengacara serta komisi perlindungan anak."Kita menunggu proses hukumnya dulu. Jika dikatakan terlibat dalam penculikan, kita akan bantu untuk menghubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan pengacara," ujar Maria.Dia menambahkan, mengenai pengajar ekstra kurikuler yang merupakan alumni SMAN 35, dirinya meminta agar setiap alumni yang ingin menjadi pengajar untuk melapor terlebih dahulu."Untuk ekskul, alumni-alumni yang mengajar harus melapor pada pimpinan. Kalau kemarin saya nggak tahu bagaimana. Saya kan baru di sini, masa iya sih. Kita kan saling percaya saja. Masa iya sih ada mau merusak nama sekolah," tandas Maria Gunarwati.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) Margani berharap, para siswa yang masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya tidak menjadi bagian dalam penculikan Raisah."Saya berdoa mereka bukan bagian dari penculik. Karena mereka masih di bawah umur. Kita melihat mereka sebagai siswa yang harus kita bantu. Sebisa mungkin kita harus positif menghadapi masalah ini," kata Margani.Ketika ditanya apa pelaku penculik akan dikeluarkan dari sekolah, dia mengatakan, "Nanti menunggu pada proses hukumnya, namun sebisa mungkin mereka harus tetap mengikuti pendidikan."
(ptr/sss)











































