Warga Ulujami Siapkan Karpet Merah Sambut Menteri PU

Warga Ulujami Siapkan Karpet Merah Sambut Menteri PU

- detikNews
Jumat, 07 Sep 2007 07:58 WIB
Jakarta - Menteri PU Djoko Kirmanto akan disambut bak bintang Oscar andai menjenguk ahli waris Isa bin Baman yang memblokir tol Ulujami. Karpet merah sepanjang 10 meter sudah disiapkan untuk menyambut sang menteri."10 Meter panjangnya akan digelar sepanjang tol menuju posko. Yah, walaupun karpetnya kotor karena habis dipakai tidur," ujar pengacara warga Ulujami Sondang Siagian ketika dihubungi detikcom, Jumat (7/9/2007).Warga, lanjutnya, akan bertahan hingga permintaannya yaitu ganti rugi lahan mereka yang kini disulap jadi tol, dipenuhi. "Kalau permintaan dipenuhi hari ini, hari ini kita pindah. Kalau dipenuhi bulan depan ya bulan depan kita pindah," ujar dia.Mengenai masalah logistik, Sondang mengatakan tidak ada masalah. "Selalu saja ada yang mengirimi bantuan," katanya.Sayangnya, belum ada pihak dari Dinas PU, Departemen PU maupun pihak Pemda yang menghubungi warga untuk bertemu. Pihak PT Jasa Marga pun setali tiga uang."Belum ada konfirmasi sama sekali. Saya dengar Menteri PU mau ke sini. Itu saya dengar dari teman-teman wartawan," imbuh dia.Sementara itu Humas PT Jasa Marga Zuhdi Saragih ketika dihubungi detikcom mengatakan pihaknya akan tetap dalam posisi sebagai operator yang akan membayar ganti rugi, jika ada kejelasan verifikasi dari pemerintah."Kita tetap tunggu hasil dari Dinas PU, Departemen PU maupun Pemkab atau Pemkot. Dulu sudah diberi ganti rugi. Sekarang tahu-tahu kok muncul. Ngaku-ngaku menunjukkan bukti kepemilikan," ujar dia.Tanah itu, lanjut dia, memang masih dalam masa sengketa. "Harusnya warga jangan mengganggu kepentingan umum, kan masih dalam tahap sengketa. Masak hanya gara-gara segelintir orang, kepentingan orang banyak dikorbankan," ujarnya.Ruas Jalan Tol Serpong-Bintaro-Ulujami, Jakarta Selatan, di Kilometer 1.200-B sejak Kamis (6/9/2007) pukul 09.30 diblokir warga ahli waris tanah. Mereka kesal karena tarif tol telah naik, namun ganti rugi belum juga dibayar. Pemblokiran yang sama telah mereka lakukan tahun lalu. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait