Operasi Berhasil, Bayi Rifki Selamat

Operasi Berhasil, Bayi Rifki Selamat

- detikNews
Jumat, 07 Sep 2007 01:27 WIB
Jakarta - Bayi Rifki Iransyah (sebelumnya ditulis Riski Irwansyah) yang diduga terkena peluru nyasar di kepalanya, selamat setelah menjalani operasi. Orang tua dan kerabatnya pun berpelukan haru.Rifki terkena peluru nyasar pada pelipis kirinya. Ketika dibawa ke rumah sakit, mata Rifki terpejam, dan tangannya bergerak-gerak. Kain kasa dan plester terlihat menutup pelipis kirinya.Rifki diantar sanak kerabatnya ke RS Pusat Pertamina (RSPP) Jl Kyai Maja 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2007) sekitar pukul 21.30 WIB. Operasi untuk mengangkat benda yang diduga peluru dilakukan setelah menjalani pemeriksaan."Yang jelas dari pihak keluarga belum bisa bilang apa-apa. Pihak RS ini telah menangani dengan baik dan cepat. Dokter-dokter yang menangani pun yang terbaik dari RS ini," ujar salah satu kerabat yang tidak mau disebutkan namanya ketika menunggu operasi Rifki di lantai 2 RSPP, pukul 23.00 WIB.Kerabat lain yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pada hari Sabtu 8 September 2007, orang tua Rifki, Herwan Firmansyah (sebelumnya ditulis Irwansyah) dan Holilah (sebelumnya ditulis Cholillah) akan mengadakan selamatan bagi putra pertamanya."Padahal hari Sabtu besok akan akikahan. Maunya tanggal 17, tanggal lahirnya. Dimajukan karena Minggu depan sudah masuk bulan puasa," ujarnya.Tepat pukul 23.45 WIB dokter yang menangani operasi Rifki keluar. Dokter yang memakai masker ini pun membuka pintu dan mencari orang tua Rifki.Suasana menjadi tegang. Beberapa kerabat Rifki yang ada di ruangan sontak berdiri. Mereka menangis, sambil sesekali bertasbih."Mana orang tuanya. Mana orang tuanya," kata dokter itu.Salah satu kerabat pun memangil orangtua Rifki. Semenit kemudian, terlihat Holilah yang mengenakan baju merah tampak masih shock. Dia dipapah keluarganya saat berjalan menemui dokter. Herwan tampak lebih tegar. Pria yang mengenakan baju kotak-kotak biru ini tampak sedih, namun tidak sampai mengeluarkan air mata.Keduanya langsung menuju ke sebuah ruangan didampingi salah satu kerabatnya. dari ruang tunggu operasi yang dibatasi pintu kaca, terlihat mereka mendengarkan penjelasan dokter dengan serius.5 Menit kemudian mereka berdiri, dan keluar dari ruangan itu menuju ruangan tunggu. Holilah pun menanggis, dan Herwan tampak berkaca-kaca. Mereka didudukkan kerabatnya di kursi, dikerubungi dan ditenangkan. "Sudah tenang, tenang. Harus kuat. Itu pengaruh buat bayinya," kata salah satu kerabatnya. "Selamat Mbak. Selamat. Kondisinya baik. Benda yang masuk kepala Rifki sudah bisa diangkat," kata salah satu kerabat yang ikut mendengarkan penjelasan dokter.Namun, dia enggan mengatakan benda apa yang diangkat. "Itu kewenangan dokter," ujar dia.Sementara itu, belum ada penjelasan dari pihak dokter maupun RSPP mengenai operasi Rifki. (nwk/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads