Bayi Umur 2 Minggu Kritis Diduga Kena Peluru Nyasar

Bayi Umur 2 Minggu Kritis Diduga Kena Peluru Nyasar

- detikNews
Kamis, 06 Sep 2007 21:14 WIB
Jakarta - Malang betul nasib bayi berusia 2 minggu, Riski Irwansyah. Hidup Riski di ujung tanduk setelah kepalanya bersarang benda yang diduga peluru nyasar."Kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Proyektil masuk ke dalam kepalanya sekitar 2 centimeter," kata paman korban Syarifuddin ketika dihubungi detikcom, Kamis (6/9/2007).Pada saat kejadian, lanjutnya, bayi pasangan Cholillah (24) dan Irwansyah (27) yang baru mandi diletakkan ibunya, di kamarnya di Jl Praja K RT 12 / RW 02 Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tiba-tiba saja ibunya mendengar ada sentakan, dan anaknya menangis."Setelah ditengok kok ada darah di kepalanya. Ibunya langsung pingsan. Kupluk Risky sampai masuk ke dalam. Atap yang dari asbes dan eternit yang dari triplek juga bolong," ujar Syarif.Riski pun langsung digotong Syarif ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jl Gandaria I/20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun, Riski ditolak petugas RS karena dokter menemukan ada benda asing di kepalanya dan terlalu beresiko."Waktu saya bawa, matanya merem, Mbak. Seperti nggak sadar," imbuhnya.Riski pun langsung di rujuk ke RS Pusat Pertamina Jl Kyai Maja 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dan Riski akan menjalani operasi untuk mengambil peluru di kepalanya."Kondisinya sekarang kritis Mbak. Kasihan. Baru lahir 17 Agustus kemarin, langsung kena musibah," ceritanya.Yang membuat Syarif sedih, kelahiran Riski melalui operasi sesar, sedangkan biaya operasi pengambilan peluru diperkirakan Rp 15 juta. "Bingung Mbak cari biayanya darimana. Bapaknya hanya kerja sebagai sopir pribadi. Mungkin ada yang bisa membantu," ujar dia.Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama Iptu Sujarwo membenarkan adea kejadian tersebut. Namun pihak polisi belum bisa menyimpulkan benda apa yang menembus kepala Riski."Belum tahu itu peluru atau apa. Bisa juga paku. Kita masih menunggu hasil operasi dari dokter RSPP," kata Sujarwo.Jika peluru, masih harus diselidiki dari jenis senjata apa. "Kalau itu peluru, akan langsung dikirim ke Puslabfor Mabes Polri," ujar dia.Sekarang, TKP sudah diberi garis polisi. Polisi juga masih melakukan olah TKP. (nwk/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads