Tanah Wakaf 1,5 Miliar Meter Persegi Harus Dikelola Profesional
Kamis, 06 Sep 2007 18:40 WIB
Semarang - Potensi wakaf secara nasional sangat besar. Di Indonesia lahan Wakaf mencapai 1,5 miliaran meter persegi, berlokasi di sekitar 400 ribu tempat di Indonesia. Jadi, bila wakaf dikelola secara profesional akan memberikan manfaat besar bagi umat Muslim di tanah air."Pemberi wakaf akan menerima pahala," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni pada acara peresmian proyek percontohan wakaf di BKM Masjid Agung, semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/9/2007) seperti rilis yang dikirimkan oleh Depag.Menurut Menag, lembaga wakaf dalam sejarahnya telah memberi kontribusi bagi kesejahtaraan sosial, ekonomi dan kebudayaan Islam. Karena itu wakaf menjadi penting. Dan, Nabi Muhammad telah memberi contoh ketika memerintahkan Umar bin Khattab agar mewakafkan sebidang tanah kesayangannya di Khaibar. Substansi perintah Nabi, kata Menag, adalah menekankan pentingnya menahan eksistensi benda wakaf dengan cara mengelola secara profesional. "Hasilnya untuk kepentingan kebajikan umum," kata Maftuh. Menteri mengakui masih ada pemahaman sebagian ulama bahwa benda wakaf tak boleh dikembangkan meski telah rusak atau tak memberi manfaat. Ini terjadi karena belum muncul kesadaran massif umat Islam untuk memberdayakan wakaf secara profesional. Depag terus mendorong masyarakat agar wakaf dapat diberdayakan secara produktif. Pada acara itu, Menteri memberi dana stimulus berupa proyek percontohan pemberdayaan wakaf produktif di beberapa daerah, yait pertokoan BKM Semarang, Gedung Unit Usaha Univ Wahid Hasyim Semarang, Pertokoan Darul Hikam, Cirebon, Jabar, Gedung Unit Usaha Panpos Darul Mukhlisin Bdan Wakaf UMI Makassar dan Pertokoan NU Kabupaten Barito Utara Kalteng. Menag Maftuh Basyuni mengingatkan para pengelola wakaf (nadzir) untuk tidak memutarbalikan tujuan pemberi wakaf (wakif), apalagi untuk kepentingan keluarga atau kepentingan lainnya. "Ini harus diperhatikan, karena dari pengalaman memperlihatkan wakaf diselewengkan dan dipelencengkan dari tujuan awalnya," kata Menag. Sebelumnya Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA menjelaskan bahwa pihaknya terus menggalang potensi wakaf dan membangkitkan partisipasi umat untuk memberdayakan tanah wakaf. Tahun anggaran 2006 telah disalurkan dana APBN kepada nadzir, yayasan sebesar Rp10 miliar untuk lima lokasi masing-masing Rp2 miliar bagi SPBU Banten, Pertokoan Darul Hikam Cirebon, Bisnis Center Pekalongan, Pertokoan BKM Semarang dan Gedung Perkuliahan UIM Makassar.
(asy/asy)











































