Penentuan Ramadhan Pakai Teropong Digital Tak Masalah
Kamis, 06 Sep 2007 16:46 WIB
Jakarta - Perhitungan awal Ramadan dengan rukyat sesungguhnya sudah cukup. Namun pemakaian alat seperti teropong digital, tidak masalah karena hanya bersifat penegasan.Sekretaris MUI Jawa Tengah Ahmad Rofiq mengatakan, dengan metode rukyat, awal Ramadan sudah dapat diprediksi. Tanggal 11 September mendatang, misalnya, (konjungsi) matahari dan bulan diperkirakan belum satu garis. Hilal belum kelihatan."Pada saat itu (11 September), konjungsi matahari dan bulan belum sampai dua derajat. Artinya, hari itu belum masuk Ramadan," katanya kepada detikcom melalui ponsel, Rabu (6/9/2007).Jika prediksi meleset, lanjut dia, awal dan akhir Ramadan ditentukan dengan menggenapkan perhitungan kalender yakni 29 atau 30 hari. Tapi, banyak kalangan lebih mantap jika sejak awal awal dan akhir Ramadan ditentukan sebelumnya.Rofiq menambahkan, perbedaan penentuan awal Ramadan biasanya lebih terkait pada tafsir atas perintah Nabi Muhammad, bukan pada pemakaian alat atau tidak."Saya kira tidak masalah kalau kita menggunakan teropong yang bisa menembus awan untuk mengetahui hilal. Itu kan hanya alat bantu," jelasnya.Di Jateng sendiri, selain perhitungan kalender, proses penentuan awal Ramadan juga menggunakan teropong yang dipasang di Masjid Agung Jawa Tengah, Jalan Gajah Raya Semarang dan Teluk Awur Jepara. Kegiatan itu dilakukan pada 11 September mendatang.
(try/djo)











































