Yenny Wahid Diminta Jembatani Hasyim - Pendemo PLTN Muria
Kamis, 06 Sep 2007 16:42 WIB
Jakarta - Sebanyak 250 warga Desa Balong, Jepara, Jawa Tengah, mendatangi kantor DPP PKB Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan.Mereka tiba pukul 15.20 WIB dengan menumpang 5 bus parisiwata. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi. Mereka meminta Sekjen DPP PKB Yenny Wahid menjadi mediator antara warga dengan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi. Hal ini terkait pernyata Hasyim Muzadi setelah aksi pada 1 September lalu yang menyebutkan bahwa aksi warga Jepara ditunggangi LSM dan didanai oleh pihak asing.Warga yang mengenakan ikat kepala putih bertuliskan "Tolak PLTN" ini ditemui oleh Yenny Wahid, anggota Komisi IV DPR, Rowi, anggota Komisi VIII Badriyah Fayumi dan sejumlah pengurus DPP PKB."Setelah aksi besar-besaran tanggal 1 Sepetember di Jepara, Pak Hasyim mengatakan aksi itu bukan gaya orang NU melawan. Ini gaya LSM. Hari ini kami buktikan aksi ini adalah aksi tanpa LSM, murni kekuatan rakyat," ujar Jubir Koalisi Rakyat dan Mahasiswa Tolak PLTN (Kraton) Darul Hasyim Fath di DPP PKB, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2007).Darul juga membanta kalau aksi tersebut dananya berasal dari pihak asing seperti yang diutarakan Hasyim Muzadi."Yang didanai asing itu PLTN bukan gerakan anti-PLTN," katanya.Nanti malam, rencananya mereka akan menginap di kediaman Gus Dur di Ciganjur. Keesokan harinya mereka akan mendatangi kantor PBNU di Kramatjati dan Komnas HAM."Kami tidak akan mendemo dan menuntut Pak Hasyim. Bagaimana pun beliau kami hormati. Namun kami masih ingin mengklarifikasi pernyataannya," tandas Darul.
(ziz/nrl)











































