Korban Lumpur Curhat di Depan Hakim 11 Tetangganya 'Berubah'

Korban Lumpur Curhat di Depan Hakim 11 Tetangganya 'Berubah'

- detikNews
Kamis, 06 Sep 2007 16:10 WIB
Jakarta - Semburan lumpur Lapindo Brantas Inc menyisakan luka bagi warga Sidoarjo. Seorang korban curhat di muka hakim. Dia menceritakan 11 tetangganya telah 'berubah'."Sejak lumpur meluber, warga mencium bau tidak sedap. Warga pun minta kompensasi bau busuk dan Lapindo memberi pada yang menuntut," ujar Hasyim Ahmad dalam sidang lanjutan gugatan YLBHI kepada Lapindo cs di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Kamis (6/9/2007).Hasyim adalah warga Tanggulangin, Kedungbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, yang dihadirkan sebagai saksi. Disampaikan pria berjenggot ini, lumpur panas membuat warga gaduh dan tidak tenang. Selain itu sumur warga kotor sehingga kekurangan air bersih. Untungnya Lapindo dan Satlak Penanggulangan Lumpur kemudian menyediakan air bersih."Di pengungsian ada kiriman makanan dari Satlak 3 kali sehari plus air mineral, tapi saya tidak tahu perincian makanan Satlak itu dari mana saja," imbuh Hasyim.Menurutnya, beberapa kali makanan yang diterima warga sudah basi."Kadang kami makan kangkung dan telur dadar. Waktu itu ada yang sudah mambu (basi)," beber pria berkaca mata ini.Selama tinggal 1 tahun di pengungsian ini, sudah banyak warga yang mengalami gangguan kesehatan. Bahkan ada warga stres."Ada sekitar 11 orang tetangga saya yang sudah mulai 'berubah'," imbuh Hasyim di hadapan hakim yang diketuai Moefri ini. (nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait