Endin: Dino Jadi Komisaris BUMN, Beri Kesan 'Pembagian Jatah'
Kamis, 06 Sep 2007 13:17 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua Komisi XI DPR Endin Soefihara angkat bicara soal pengangkatan jubir kepresidenan Dino Patti Djalal menjadi komisaris BUMN Danareksa. Pengangkatan Dino memberi kesan 'pembagian jatah'."Pasti akan terjadi conflict of interest dan ini memberikan kesan telah terjadi 'pembagian jatah'," kata Endin, Kamis (6/9/2007).Menurut pimpinan komisi DPR yang merupakan mitra kerja Menneg BUMN itu, akhir-akhir ini berkembang kecenderungan BUMN kembali ke pola lama. Posisi-posisi penting diisi mantan menteri atau mantan aktivis yang keahlian dan pengalamannya tidak sesuai dengan jabatan yang diembannya di perusahaan plat merah itu."Saya khawatir BUMN akan kembali ke khazanah lama yaitu menjadi cash cow (sapi perahan--red) pihak tertentu," tandas Endin yang aktif di PPP itu.Sementara itu Menteri BUMN Sofyan Djalil menyangkal ada unsur politis dalam pengangkatan Dino sebagai komisaris Danareksa. "Dino kan ahli dalam diplomasi. Danareksa punya program-program baru seperti private equite fund yang bisa dibantu," alasan Sofyan.
(aba/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































