Penentuan Awal Ramadan
Muhammadiyah: Teropong Digital Bisa Atasi Awan
Kamis, 06 Sep 2007 11:31 WIB
Surabaya - Penggunaan teropong canggih untuk melihat hilal dinilai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Prof Syafiq Mughni sah-sah saja. Namun, Rukyat tidak bisa hanya ditentukan dengan melihat hilal baik menggunakan mata telanjang maupun teropong digital.Penentuan hilal dengan mata telanjang dilakukan karena belum berkembangnya ilmu pengetahuan. "Itu dulu waktu jaman Nabi Muhammad melihat dengan mata telanjang," ujar Mughni saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/9/2007).Seiring berkembangnya waktu, kata Mughni, ilmu hisab (perhitungan) dan falak (perbintangan) semakin maju dan berkembang. Nah, dengan bertambah akuratnya kedua ilmu itulah penentuan hari awal puasa bisa ditetapkan.Namun, kata Mughni, sah-sah saja jika menggunakan alat teknologi canggih. Sebab melihat bulan dengan mata telanjang belum bisa menjamin penentuan rukyat. "Bisa saja awan menghalangi pandangan mata terhadap bulan," katanya.
(iwd/mar)











































