Matikan Pasar Tradisional, DP Mal Semarang Didemo
Kamis, 06 Sep 2007 11:15 WIB
Semarang - Belum seminggu beroperasi, DP Mal di Semarang didemo puluhan orang. Hipermarket ini dinilai mematikan perekonomian rakyat kecil.Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Studi Perkotaan Semarang (FSPS) itu tiba di depan gerbang utama DP Mal Jl Pahlawan, Semarang, sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (6/9/2007). Tanpa basa-basi, mereka langsung berorasi."Keberadaan mal dan hipermarket akan mematikan pasar-pasar tradisional di Semarang. Pemerintah harus melindungi perekonomian rakyat kecil dari kapitalisme," ungkap ketua FSPS, M Huda, dalam orasinya.Huda meminta DPRD Semarang menggunakan hak politiknya untuk mengkritisi hal ini. FSPS juga meminta Pemkot menutup mal yang berada di samping Balaikota Semarang tersebut."Seluruh warga Semarang juga kami imbau jangan berbelanja ke mal," seru Huda.Massa FSPS berulang kali mencoba masuk ke dalam areal DP Mal. Namun niatan mereka gagal karena dihadang polisi dan 'bodyguard' mal yang baru beroperasi pada 1 September tersebut.
(djo/nrl)











































