Penentuan Awal Ramadan
Depag Gunakan Teropong Digital Agar Tak Salah Hitung
Kamis, 06 Sep 2007 10:55 WIB
Surabaya -
Meski selama ini penetapan 1 Ramadan maupun 1 Syawal dilihat dengan mata telanjang, namun bantuan teknologi teropong digital yang dimiliki Departemen Agama (Depag) akan tetap digunakan."Alat ini sebagai penunjang untuk melihat rukyah. Dan Insya Allah selama 5 tahun ini alat tersebut tidak salah perhitungan. Terbukti saat ada gerhana bulan pun perhitungan alat itu sudah benar," kata Kepala Kantor Wilayah Depag Jatim, Roziki MM saat dihubungi, Kamis (6/9/2007).Meski alat tersebut sudah bisa diperhitungkan, kata dia, pihaknya tetap mencari kepastian dengan melihat rukyah di beberapa titik tempat. Bahkan alat digital modern tersebut akan dibawa ke Tanjung Kodok Lamongan.Proses pencarian hilal akan dimulai 11 September mendatang sehabis Ashar hingga Maghrib. Bila pada malam harinya selepas Maghrib hilal sudah bisa terlihat, maka umat Islam bisa melakukan ibadah puasa keesokan harinya.Namun, bila pada saat itu hilal belum ditemukan maka akan diteruskan lagi keesokan harinya, hingga mendapatkan titik pasti hasil rukyah.
(fat/mar)










































