Gara-gara Makam Keramat, TPK Koja Masuk Daftar Tidak Aman

Gara-gara Makam Keramat, TPK Koja Masuk Daftar Tidak Aman

- detikNews
Rabu, 05 Sep 2007 23:31 WIB
Jakarta - Makam itu terlihat suram. Cat putihnya sudah mengelupas di beberapa bagian. Tak jauh dari situ, terdapat masjid bercat hijau yang sehari-hari tampak sepi. Menara di samping masjid setinggi 7 meter sudah tak sedap lagi dilihat, karena kotor oleh debu dan cat sudah rontok.Ya, kompleks makam itu merupakan salah satu makam keramat di kawasan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara. Makam itu berada tidak jauh dari pintu masuk TPK Koja. Belum diketahui itu makam siapa. Namun sejauh ini, makam tersebut sering dikunjungi warga Betawi dan berdoa di dekat makam."Kepercayaannya memang begitu, banyak sekali warga yang berdoa di situ. Ini cukup mengganggu lalu lintas terminal," kata Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Tanjung Priok, Bobby R Mamahit di sela-sela raker tahunan Dephub di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (5/9/2007).Saking keramatnya, pihak Adpel tidak berani menggusur kompleks makam itu. Makam dibiarkan dipelihara. Akibatnya, banyak warga keluar-masuk terminal yang seharusnya steril dari aktifitas diluar terminal."Susah kalau sudah soal kepercayaan. Dibiarkan saja. Tapi ya itu, terminal menjadi tidak steril," imbuh Mamahit.Alasan itu pula yang dipergunakan oleh US Coact Guard untuk menunjuk TPK Koja tidak aman, yakni belum memenuhi International Ship and Port Security Code (ISPS Kode)."Katanya, jadi banyak orang yang tidak berkepentingan masuk kawasan terminal. Nanti kita benahi, akan dibangun jalan khusus ke makam itu dan pengunjung akan diberi ID Card khusus," pungkas Mamahit. (Ari/mly)


Berita Terkait