Menhan RI-Rusia Bahas Makelar
Rabu, 05 Sep 2007 18:22 WIB
Jakarta - Nggak di Indonesia atau Rusia, makelar nakal selalu bikin ribet proyek pengadaan alutsista. Pihak Dephan RI dan Rusia secara khusus akan membahas pemecahan masalah itu Kamis 6 September 2007 besok siang.Demikian papar Menhan Juwono Sudarsono mengenai salah satu materi pembicaraan dengan koleganya dari Rusia dalam kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Vladimir Putin."Dari sisi kebijakan anggaran, kita akan pastikan pada Putin bahwa kebijakan satu atap satu pintu harus dihormati. Sebab di RI dan Rusia banyak pialang-pialang yang nggak . jelas rekam jejaknya. Kita harus waspada," ujar Juwono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta (5/9/2007).Kebijakan satu pintu satu atap yang dimaksud adalah setiap calon rekanan tender proyek pengadaan alutsista produk Rusia untuk TNI/Polri wajib mengikuti prosedur yang sama tegasnya."Jalurnya harus berjenjang. Pertama melalui pengamatan oleh angkatan bersangkutan, pengajuan oleh Mabes TNI dan keputusan (pemenang tender) oleh Dephan," urai Juwono.Praktek selama ini, prosedur tersebut seringkali 'dilanggar'. Demi memenangkan tender bernilai triliunan, makelar-makelar nakal itu 'nyelonong' ke Mabes TNI, Dephan dan DPR untuk berkolusi dengan oknum-oknum terkait."Kita coba kurangilah kalau belum bisa menghapusnya sama sekali," ujar mantan Dubes RI untuk Inggris itu.Proyek pengadaan alutsista dari Rusia oleh Dephan, dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk tahun anggaran 2008, nilai proyek yang akan ditenderkan mencapai US$ 1 juta yang meliputi pengadaan 2 kapal selam kelas Kilo, 6 kendaraan tempur Marinir, dan 4 helikopter serbu.Anda tertarik menjadi rekanan? Jangan nyelonong yah!
(lh/sss)











































