Hubungan Bisnis Indonesia Israel Tidak Pantas
Rabu, 05 Sep 2007 12:55 WIB
Jakarta -
Masuknya investasi Israel di NTT patut disesalkan. Harusnya tidak hanya hubungan diplomatik saja, hubungan bidang lain juga tidak perlu dijalin dengan Israel."Sebetulnya kalau kita tidak mau berhubungan diplomatik dengan Israel, maka konsekuensi hubungan lainnya dengan Israel juga tidak pantas, baik perdagangan apalagi investasi," kata anggota Fraksi PKS Soeripto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2007).Soeripto mengatakan, bagaimana pun membangun hubungan dengan Israel memiliki konsekuensi dan implikasi politis. Apalagi jika hubungan itu berupa kerjasama investasi di bidang infrastruktur."Sebagai anggota fraksi PKS, saya sangat tidak setuju. Pemerintah sebaiknya mencari hubungan dengan negara lain saja yang berminat investasi di sana," kata wakil ketua Komisi III DPR ini.Soeripto mencontohkan, lebih baik Indonesia mencari investor dari Cina atau Taiwan ketimbang Israel. Toh kedua negara itu tidak kalah hebatnya dibanding Israel.Dengan dibukanya kran hubungan perdagangan atau investasi dengan Israel, imbuh dia, sama halnya Indonesia tidak konsisten dalam memberikan dukungan atau solidaritas atas perjuangan rakyat Palestina."Mereka di sana diblokade secara ekonomi. Soal air, masuknya komoditas kebutuhan sehari-hari sampai di sektor infrastruktur pendidikan. Jadi kita jangan lihat hanya dari segi bantuan Israel, tapi bagaimana Israel memperlakukan rakyat Palestina," tandas dia.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































