Redesain Gedung DPR Tak Penting, Lebih Baik Pikirkan Rakyat!
Rabu, 05 Sep 2007 11:38 WIB
Semarang - Rencana redesain gedung DPR tidak penting. Jika redesain itu jadi dilakukan, DPR nyaman, rakyat terlantar!Mantan Rektor Undip Semarang, Eko Budihardjo mengatakan, saat ini banyak masalah yang membutuhkan pikiran dan tenaga DPR. Misalnya masalah kekeringan, penyakit mematikan, lumpur Lapindo, bencana, dan lain-lain."Kalau redesain gedung itu kan hanya demi kenyamanan DPR. Rakyat nggak dapat apa-apa," kata dia kepada detikcom melalui ponsel, Rabu (5/9/2007).Eko menjelaskan, DPR dipilih dari, oleh dan untuk rakyat. Sudah seharusnya, mereka memikirkan kepentingan rakyat. Menurut dia, redesain gedung tidak mencerminkan kebutuhan rakyat, tapi wakil rakyat.Mantan Tim Evaluasi IPDN itu menjelaskan, redesain bisa dilakukan jika kondisi fisik gedung memang betul-betul gawat seperti atap bocor, ruangan tidak memadai, atau rusak di sana-sini. Jika masih dipakai, redesain itu hanya membuang energi dan dana belaka. "Yang jauh lebih penting adalah bagaimana DPR yang jadi representasi rakyat itu memerjuangkan kepentingan rakyat. Masalah-masalah yang langsung berkaitan dengan rakyat harus segera diselesaikan," paparnya.Eko menambahkan jika redesain benar-benar mau dilakukan, DPR harus menyiapkan kelompok profesional untuk mengkaji aspek gedung secara utuh, baik tampilan fisiknya, fungsi, dan sejarah."Kalau tidak salah, gedung itu kan digarap murni tenaga-tenaga dalam negeri. Itu harus diperhatikan. Aspek sejarah juga (diperhatikan)," ungkap dia. Eko yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah pada pilkada 2008 mendatang menambahkan, kelak gedung DPR bisa menjadi culture heritage atau warisan budaya. "Sama seperti Candi Borobudur, Keraton Solo, atau yang lain. Karena itu redesain harus hati-hati," demikian Eko Budiharjo.
(try/asy)











































