Hawa Panas Selimuti Ramadan, November Baru Hujan
Rabu, 05 Sep 2007 11:39 WIB
Jakarta - Ramadan yang jatuh pada September-Oktober akan diselimuti hawa panas. Hujan baru datang sekitar November."Musim penghujan tergantung wilayahnya. Kalau Jakarta mulai November-Desember," ujar Kepala Badan Metereologi dan Geofisika Sri Woro.Hal itu disampaikan dia di sela-sela seminar internasional dan workshop Science based Community Preparedness and Beyond di Hotel Bumikarsa Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/9/2007).Menurut Sri Woro, suatu daerah memasuki musim hujan manakala dalam rentan waktu 10 hari curah hujan mencapai 10 milimeter perbulan. Cuaca yang sangat panas dan terik serta perilaku air laut belakangan ini sedikit banyak berkaitan dengan pemanasan global."Akibat pemanasan itu bila di darat menyebabkan temperatur panas. Sedangkan di laut menyebabkan temperatur naik dan memuai," jelas perempuan berkacamata ini.Akibat pemuaian air laut, berpotensi merusak tambak dan pesisir "Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim dan lingkungan. Lingkungan berubah jika iklim berubah," ujar Sri Woro.
(nik/nrl)











































